BULA, Siwalima.id – Adam Rumbalifar resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Seram Bagian Timur, setelah dilantik oleh Ketua Umum KONI Maluku, MAS Latuconsina di Kota Bula, Senin (29/12).
Latuconsina pada kesempatan itu mengatakan, dirinya baru diberikan kepercayaan memimpin KONI Maluku di saat keterpurukan prestasi olahraga di daerah ini.
“Keterpurukan itu dapat dilihat dari keikutsertaan kita terutama pada tiga PON di Jawa Barat Barat, kita masih bagus. Kebetulan saya waktu itu masih jadi ketua Pertina Maluku. Perolehan Emas kita masih tujuh, dan keberadaan prestasi kita masih di menengah di ranking 17 atau 18,” ungkap Latuconsina
Sementara pada PON Papua mulai menurun prestasi Maluku, dimana hanya memperoleh 5 medali emas, kemudian pada PON Aceh-Sumatera Utara, prestasi Maluku lebih anjlok lagi sebab, hanya meraih 2 Emas.
“Kita betul- betul berada di titik yang paling bawah selama keikutsertaan kita dalam PON. Bukan hanya dua emas, bahkan banyak utang yang ada di Kota Medan waktu itu, sehingga menjadi pekerjaan rumah berat bagi kita semua, terutama kita pencinta olahraga,” tandas Latuconsina.
KONI kata Latuconsina, merupakan organisasi yang mempunyai wewenang serta tanggungjawab dalam mengelola, membina, mengembangkan dan mengkoordinasikan semua kegiatan olahraga prestasi di Indonesia.
Untuk itu, konsolidasi organisasi menjadi sangat penting, apalagi dengan pemda serta cabor- cabor yang ada di SBT.
“Kita juga sebagai pengelola olahraga atau orang yang punya tanggungjawab mengelola di Provinsi Maluku, kita bersyukur juga dengan kehadiran Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, karna beliau memang mempunyai atensi yang sangat kuat untuk mengembangkan prestasi olahraga di daerah ini,” ucap Latuconsina.
Ia menyebut, jika olahraga Maluku dipimpin oleh orang- orang yang punya respect dan atensi terhadap olahrga, maka ada kolaborasi dalam mengembangkan organisasi dan gubernur punya atensi kuat, bahkan salah satu misinya adalah, mengembangkan prestasi olahraga di Maluku.
Untuk itu, dirinya yakin, jika pada tingkat provinsi ada gubernur yang punya atensi, maka sangat diyakini, di Kabupaten SBT, bupati juga memberikan atensi khusus untuk kemajuan olahraga prestasi di bumi Ita Wotu Nusa.
“Olahraga tidak bisa di pandang hanya sebagai untuk kemajuan atau untuk prestasi atlet, lebih daripada itu olahraga adalah tentang harga diri atau marwah dari suatu daerah,” tegas Latuconsina.
Ia berharap, dengan pelantikan serta dilanjutkan dengan rapat kerja, maka diririnya yakin pengurus KONI SBT dapat merumuskan rencana kerja yang membuming.
Pasalnya diainya respect dengan tema pelantikan dan raker ini yakni, Gerak Cepat Menuju Prestasi Gemilang, maka dalam raker KONI SBT nanti dapat menentukan langkah- langkah kerja ke depan.
Sebelumnya, Ketua KONI SBT Adam Rumbalifar menjelaskan, untuk mengembangkan prestasi olahraga di SBT, KONI tidak bisa berjalan sendiri, namun akan selalu bersinergi dengan pemda dan seluruh stakeholder.
Event terbesar di depan mata adalah, persiapan untuk Popmal 2026, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan pembinaan seperti biasa saja, sementara tema ini dipilih dnegan tujuan, untuk mengejar ketertinggalan di daerah ini.
“Semua pengurus KONI dan pengurus Cabor sudah tidak bisa lagi berpikir seperti biasa-biasa saja, tetapi sudah harus berpikir keluar dari kebiasaan untuk berkreasi dalam rangka peningkatan prestasi olahraga di daerah ini. Mudah-mudahan target kita di Popmal September 2026 harus mencapai prestasi yang cukup. Walaupun mungkin kita belum bisa berada pada level yang sesungguhnya,” tandasnya.
Mantan Kadis Koperindag SBT ini mengaku, target di tahun 2026 adalah, untuk memperbaiki prestasi dan peningkatan prestasi, walaupun mungkin SBT belum bisa kembali ke 5 besar, namun paling tidak lebih baik dari tahun kemarin.
“Alhamdulillah, walaupun kami kemarin finish di urutan terakhir tapi cukup membanggakan adalah daerah ini kita punya dua atlet nasional yaitu satu yang ada di pengurus KONI adalah atlet Kempo nasional yang sudah beberapa kali ke PON,” tandasnya. (S-27)