SIWALIMA.id > Berita
Diserang Buaya, Satu Warga Watmuri Luka Parah
Online | Minggu, 12 April 2026 pukul 22:14 WIT

SAUMLAKI, Siwalima.id - Teror serangan buaya terjadi di perairan Kabupaten Tanimbar, dimana seorang warga Desa Watmuri, Kecamatan Nirunmas bernama Sefnat Lartutul (26), nyaris kehilangan nyawanya, setelah diserang buaya saat melaut pada, Senin (11/4) sekitar pukul 21.30 WIT.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama sepupunya, Onisimus Samangun, tengah melaut di perairan sekitar desa dalam kondisi gelap dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima.id dari keluarga korban yakni Marko Salaka menyebutkan, insiden bermula saat keduanya sedang beraktivitas di laut, tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung mengibaskan ekornya ke arah korban.

“Buaya tiba-tiba muncul dan langsung kibas ekor kena kepala korban sampai jatuh,” ujarnya.

Kibasan ekor tersebut lanjut Marko, mengenai kepala korban hingga terjatuh. Saat berusaha bangkit, korban kembali diserang oleh buaya tersebut.

Korban sempat berupaya menahan serangan menggunakan tangan kirinya, namun tetap mengalami luka serius pada bagian tangan dan kepala.

“Korban sempat tahan dengan tangan, tapi buaya sudah sempat gigit tanganya,” bebernya.

Sepupu korban yang berada dibelakangnya kata Marko, sempat panik, namun berusaha melakukan pertolongan dengan menyinari mata buaya menggunakan senter.

“Untung ada senter, disorot ke mata buaya sampai akhirnya dia lepas,” ucapnya.

Upaya tersebut membuat buaya melepaskan cengkeramannya dan menjauh dari korban.

Teriakan minta tolong dari korban dan sepupunya kemudian didengar warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban.

“Warga dengar teriakan, langsung datang bantu evakuasi,” tandasnya.

Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD dr PP Magretti Saumlaki untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena jarak tempuh yang cukup jauh, korban baru tiba di rumah sakit sekitar pukul 01.00 WIT.

Tim medis langsung melakukan tindakan cepat. Luka serius di bagian kepala harus ditangani melalui operasi. Sementara kondisi tangan kiri korban yang mengalami kerusakan parah membuat dokter mengambil tindakan amputasi untuk menyelamatkan nyawa korban.

“Dokter terpaksa amputasi tangan kiri korban karena kondisinya sudah sangat parah,” cetusnya.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) RS dr PP Magretti Saumlaki.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Tanimbar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di laut pada malam hari.

“Kami harap warga lebih hati-hati, jangan melaut sendiri apalagi malam hari,” Himbau keluarga korban.(S-26)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps