BUPATI Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan Doa Kebangsaan Lintas Iman yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (4/9), merupakan wujud nyata semangat menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan bangsa.
Menurut Zulkarnain, kondisi kebangsaan saat ini menghadapkan pemerintah maupun masyarakat pada berbagai tantangan, baik global maupun nasional. Tantangan tersebut antara lain disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim hingga ancaman polarisasi sosial akibat perbedaan pandangan politik maupun tafsir keagamaan.
âDi tengah kondisi ini, kita harus terus memperkuat nilai moderasi beragama, toleransi dan gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia,â tandas Bupati saat membuka kegiatan sarat makna yang berlangsung di kantor kementerian agama Masohi ini.
Alumni Universitas Brawijaya ini menyebut, Maluku Tengah adalah rumah bersama. Keberagaman agama, suku dan budaya, menurutnya, justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang damai, sejahtera dan berdaya saing.
âDoa lintas iman hari ini juga menjadi pengingat bagi kita semua, sebesar apa pun perbedaan yang ada, kita tetap bersatu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,â tegasnya.
Bupati menambahkan, semangat Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan, tetapi komitmen moral dan spiritual yang harus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu ia mengajak seluruh tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan masyarakat menjadikan momentum doa kebangsaan sebagai titik penguatan komitmen menjaga kerukunan, menolak provokasi, intoleransi dan kekerasan.
âDoa kebangsaan ini jangan hanya seremonial, tetapi harus menjadi energi moral memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara,â tandas Zulkarnain.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Malteng, Forkopimda, Sekda, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian, Kepala Kantor Kemenag Malteng bersama jajaran, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat. (S-17)