AMBON, Siwalima.id - Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menghadiri pengukuhan enam guru besar Universitas Pattimura, yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (11/2).
Enam guru besar yang dilantik yakni Imanuel Berly Delvis Kapelle, Wilma Latuny, Henry Junus Wattimanela, Kalvin Karuna, Wilma Akihary, dan Pieter Th Berhitu.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi dan harapan besar Pemerintah Provinsi Maluku terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Mengutip pernyataan Rektor Unpatti, wagub mengatakan bahwa saat ini jumlah guru besar di lingkungan Unpatti telah melampaui 100 orang.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Maluku.
“Tidak ada murid pintar yang diajarkan oleh guru yang bodoh. Murid yang pintar pasti diajarkan oleh guru yang pintar pula,” ujar Vanath di hadapan civitas akademika dan tamu undangan.
Ia menegaskan, dengan bertambahnya enam guru besar, pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada Universitas Pattimura serta perguruan tinggi lain di Maluku, seperti IAIN Ambon, IAKN Ambon, UKIM, sekolah-sekolah tinggi, dan universitas lainnya, untuk terus memperkuat kualitas SDM.
“Secara bertahap kita harus bisa memproduksi lebih banyak SDM unggul di Maluku,” katanya.
Menurut dia, capaian sebagai guru besar merupakan predikat akademik tertinggi yang diraih melalui perjuangan panjang bersama keluarga.
Wagub menegaskan, kehadiran pemerintah daerah dalam acara tersebut merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan atas kontribusi para akademisi dalam membangun pendidikan di Maluku.
127 Guru Besar
Dengan dilakukan enam guru besar ini maka jumlah guru besar di Unpatti kini mencapai 127 orang.
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, mengatakan pencapaian ini merupakan berkat dan kebanggaan bagi civitas akademika, khususnya setelah dalam kurun waktu kurang dari dua bulan kampus tersebut memperoleh 11 guru besar baru pada akhir Desember 2025, dan kini kembali mengukuhkan enam profesor.
“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam waktu kurang lebih dua bulan, kita mendapat 11 guru besar baru yang dikukuhkan pada 29 Desember, dan hari ini enam guru besar lagi. Hari ini jumlahnya sudah 127 guru besar. Ini kebanggaan bagi kita semua,” ujar Fredy dalam sambutannya.
Ia menyebut, enam guru besar yang dikukuhkan berasal dari tiga generasi berbeda, mulai dari generasi 1950-an hingga 1980-an.
Bahkan, menurutnya, ada profesor yang hanya tinggal satu tahun lagi memasuki masa pensiun, serta ada pula yang masih berusia 43 tahun.
“Ini luar biasa. Potensi sumber daya manusia Maluku tidak perlu diragukan lagi,” katanya.
Fredy juga menyoroti kontribusi keilmuan masing-masing guru besar.
“Kami berharap para guru besar tidak berhenti pada pidato pengukuhan semata, tetapi terus menghasilkan karya inovatif dan kreatif yang mampu menjawab persoalan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pintanya.
Ia juga mendorong budaya kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi. “Fungsi kita bukan lagi kompetisi, tetapi kolaborasi. Kita yang sudah maju harus menghela yang lain untuk maju bersama menuju Indonesia Emas,” kata Fredy.
Pengukuhan enam guru besar ini, lanjut dia, menjadi momentum penting bagi Unpatti untuk terus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan bagi Maluku, Indonesia, dan dunia.(S-25)