AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong terjadinya restorasi terhadap persatuan dan kesatuan pasca bentrokan antar warga Hunuth dan Hitu.
Langkah restorasi perdamaian ini ditempuh gubernur, setelah aparat kepolisian membekuk pelaku penikaman salah satu warga Hitu yang notabene bukan warga Hunuth, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.
“Tadi pagi kan sudah ditemukan pelaku penikaman dan itu bukan warga Hunuth. Ini yang kita sayangkan juga karena orang tidak bersalah yang menjadi korban, tapi sudahlah semua sudah terjadi,” ucap gubernur kepada wartawan di lobi Kantor Gubernur, Rabu (20/8).
Untuk mewujudkan restorasi tersebut, maka gubernur memastikan, akan melakukan komunikasi dengan Raja Hitu maupun raja-raja di Jazirah untuk memitigasi dampak dari peristiwa bentrokan kemarin agar tidak ada dampak berkepanjangan yang merugikan masyarakat.
“Perdamaian dan kedamaian sudah harus segera direstorasi agar masyarakat dapat hidup dalam rasa aman dan beraktifitas seperti sediakala,” ucap gubernur.
Belajar dari persoalan Hunuth dan Hitu, Gubernur minta masyarakat agar mengedepankan hukum, artinya jika ada persoalan pribadi, maka biarlah serahkan kepada hukum dan jangan digeser menjadi persoalan komunal atau kampung.
Tak sampai disitu, gubernur memastikan, akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membangun satu pos permanen di perbatasan Hunuth dan Hitu, sebab sesuai hasil evaluasi, ternyata sering terjadi gangguan kamtibmas di lokasi tersebut.
“Daerah itu menurut evaluasi yang kami lakukan seringkali terjadi peristiwa yang sama berulang. Jadi kegiatan berulang itu setelah diidentifikasi ternyata ada kebutuhan untuk pos parmanen disitu,” tandas gubernur.(S-20)