SIWALIMA.id > Berita
Harga Barang Naik TPID Aru Operasi Pasar
Ekonomi | Jumat, 8 Mei 2026 pukul 14:11 WIT

DOBO, Siwalima.id - Sejumlah barang kebutuhan mulai mengalami kenaikan pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak non subsidi oleh pemerintah membuat pemerintah daerah bergerak cepat.

Salah satu langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dengan melakukan operasi pasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sekda Kepulauan Aru Sekda Aru, Yacob Ubyaan saat memberikan arahan kepada tim PID, di Kantor Bupati, Kamis (7/5) berharap agar tidak hanya menerima laporan tetapi turun langsung ke lapangan.

Menurutnya operasi ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat untuk mengendalikan harga pangan dan menekan tingginya inflasi daerah.

"Tim tidak hanya mengecek harga di atas kertas, tetapi turun langsung ke lapangan untuk membedah margin keuntungan para distributor agar tidak memberatkan daya beli masyarakat," jelasnya.

Selain itu operasi pasar dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta menjaga stabilitas harga bahan pokok dan BBM.

Ia juga menginstruksikan kepada tim untuk mengecek secara detail mata rantai harga, mulai dari harga beli di daerah asal (seperti Surabaya), biaya pengiriman via kontainer/tol laut, hingga upah buruh.

“Kita cek keuntungan yang diambil berapa per satuan bahan pokok, jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan terlalu besar, Kita harus pastikan penjual tidak rugi, tapi masyarakat juga tidak terbebani,” tegasnya.

Hasil dari operasi pasar ini menurutnya,  akan menjadi bahan laporan rutin setiap hari Senin kepada pemerintah pusat guna memantau perkembangan inflasi daerah secara riil.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana, William G.F. Gainausiray, mengatakan ada enam tim gabungan telah dibentuk dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut.

Dikatakan, tim ini terdiri dari lintas sektor, mulai OPD terkait hingga instansi vertikal seperti TNI/Polri dan Kejaksaan Negeri Aru.

"Enam tim tersebut disebar ke berbagai titik, termasuk distributor utama, pasar, hingga penyalur BBM yang berada di dalam kota Dobo," tambahnya.

Dikatakan, Ada tiga poin utama dalam pemeriksaan teknis seperti validasi stok yakni mencocokkan data stok yang dilaporkan dengan ketersediaan fisik di toko maupun gudang.

Kemudian, legalitas dan kelayakan yakni memeriksa izin usaha serta masa kadaluarsa (expired) barang yang dijual.

Selain itu juga tim akan melakukan analisis harga, memastikan nilai kewajaran Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui analisis harga beli dan harga jual di tingkat pengecer.

"Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga strategi utama pengendalian inflasi daerah, selain penyediaan stok bahan cadangan pokok dan gerakan pangan murah," ungkapnya.

Sementara itu dari pantauan media di lapangan, operasi pasar yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut itu menyasar sejumlah toko dan juga gudang penyimpanan barang milik para distributor. (S-11)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps