MASOHI, Siwalimanews – untuk menjamin kelangsungan pendidikan anak-anak asal Negeri Masihulan pasca bentrok dengan warga Negeri Sawai, Kamis (3/4) lalu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, membuka kelas jauh.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penanganan terhadap peserta didik pada SMPN 55 Malteng yang selama ini bersekolah di Desa Sawai, terutama peserta didik yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional.
Sebanyak 55 siswa telah kembali mengikuti proses belajar-mengajar. Dari jumlah tersebut, 22 siswa berasal dari Negeri Masihulan dan 33 lainnya dari Dusun Rumaholat.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir memastikan, mulai, Kamis (10/4), seluruh peserta didik SMPN 55 Malteng telah kembali beraktivitas seperti biasa.
Untuk mengakomodasi kebutuhan siswa yang berasal dari Masihulan, Pemkab Malteng mengaktifkan sistem kelas jauh SMPN 55 dengan memanfaatkan gedung SDN 148 Maluku Tengah di Dusun Rumaholat sebagai lokasi belajar sementara.
“Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak-anak yang kehilangan hak pendidikan, meskipun sedang dalam situasi yang sulit,” ujar bupati kepada Siwalimanews di Masohi, Kamis (10/4).
Pemkab Malteng juga kata bupati, menggandeng aparat TNI dan Polri untuk mendukung kelancaran operasional kelas jauh ini. Sementara untuk proses antar jemput siswa dari Masihulan ke Rumaholat setiap hari akan dibantu oleh anggota dari Kodim Masohi.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah Husen Mukadar menyebutkan, pengaktifan kelas jauh SMPN 55 Malteng di Rumaholat dilaksanakan mulai hari ini, Kamis (10/4) telah resmi dilaksanakan.
“Iya sesuai petunjuk pak bupati, mulai hari ini kelas jauh telah diaktifkan. Anak anak kini sudah mulai kembali bersekolah,” ujar Mukadar.(S-17)