SIWALIMA.id > Berita
Jelang Ramadhan, Pemprov akan Sidak Bahan Pokok
Ekonomi | Senin, 2 Februari 2026 pukul 13:37 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku dalam waktu dekat akan melakukan sidak ke gudang-gudang penyimpanan bahan pokok jelang bulan suci Ramadhan.

Sidak dilakukan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Maluku dalam memastikan kesesuaian antara data ketersediaan bahan pokok dengan kondisi di gudang-gudang penyimpanan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Yahya Kotta kepada Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (30/1) mengatakan, ketersediaan bahan pokok di Maluku saat ini ditopang oleh 12 distributor utama dan ditambah dengan gerai-gerai modern nasional.

Distributor yang ada wajib menyampaikan perkembangan ketersediaan bahan pokok 2 kali dalam satu Minggu, sehingga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memastikan keamanan bahan pokok.

"Jadi setiap Minggu itu distributor dan gerai modern wajib mensuplai daya melalui aplikasi tagalaya untuk memastikan tersedia bahan pokok dan ini yang akan kita lihat langsung," ucap Yahya.

Disperindag kata Yahya, berkepentingan untuk mengkroscek langsung kebenaran data dan stok dilapangan sebagai upaya untuk menghindari adanya praktek penimbunan yang berdampak pada kenaikan harga barang di pasar.

Terkait dengan stok, Yahya mengatakan sampai saat ini stok kebutuhan pokok jelang Ramadhan masih terkendali dan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Contoh untuk beras stok yang tersedia 16.000 ton dengan ketahanan 5 bulan kedepannya, begitu juga minyak goreng dan lainya. Kalau untuk telur memang sempat mengalami masalah tapi sekarang dengan akses kapal setiap 3 kali dalam seminggu tentu masalah ini akan diatasi," ujar Yahya.

Yahya mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan sentra-sentra seperti Surabaya dan Makassar untuk memastikan stok bahan pokok tersedia, mengingat program Makan Bergizi Gratis juga cukup berpengaruh terhadap suplai kebutuhan pokok ke Maluku dan daerah lain.

"Suplai telur tetap ada dan dipastikan ada ketersediaan asalkan MBG tidak menyerap lebih banyak lagi kebutuhan telur itu," tegas Yahya.(S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps