AMBON, Siwalima.id - Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar mengaku, kecewa atas langkah yang diambil pemerintah kota untuk menaikan nominal pinjaman dari yang disepakati Rp200 miliar menjadi Rp300 milliar.
Kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (24/2) Moenandar menegaskan, prinsipnya DPRD menyetujui perjanjian pinjaman untuk menunjang pembangunan di Kota Ambon, hanya saja pemkot harus hargai hak konstitusional DPRD selaku mitra sejajar pemkot dalam hal legislasi dan perumusan anggaran.
“Soal setujui pinjaman kita semua sudah setujui, namun ini sudah diluar kesepakatan, yang kita setujui itu pinjaman Rp200 milliar, tapi pemkot secara sepihak sampaikan pinjaman Rp300 milliar,” ucap Moenandar.
Politisi Perindo Kota Ambon itu mengaku kaget, lantaran pemkot mengumumkan pinjaman sebesar Rp 300 milliar tanpa sepengetahuan DPRD ataupun lewat keputusan bersama.
“Saya kira sebelum ini diputuskan kita sudah harus duduk bersama, karena sama sekali kita tidak tahu, teman-teman banggar juga kaget, padahal pinjaman itu sah sah saja yang penting sesuai aturan dan sesuai kemampuan daerah untuk mengembalikan, tapi tetap harus dibicarakan secara bersama dengan kami DPRD," tandas Moenandar.
Menyikapi hal itu, Moenandar mengaku, akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk melakukan klarifikasi.
"Saya kira hubungan kita selama ini baik, tapi kalau hal ini terjadi saya sudah sampaikan ke Banggar untuk segera undang TAPD untuk duduk bersama,” tegas Moenandar.(S-10)