AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, termasuk yang berasal dari warga binaan pemasyarakatan.
Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dalam sambutannya yang dibacakan Plt Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, pada pembukaan bazar UMKM, dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang berlangsung di halaman Lapas Ambon, Jumat (10/4).
Walikota menjelaskan, peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan menjadi momentum penting untuk menegaskan tujuan mulia sistem pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif.
“Bazar UMKM yang dilaksanakan hari ini merupakan bukti nyata dari upaya pembinaan, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan kewirausahaan warga binaan,” tandas walikota.
Menurutnya, produk-produk yang dipamerkan mencerminkan kreativitas sekaligus semangat perubahan dari warga binaan untuk menjadi lebih baik di masa depan.
UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemkot Ambon, telah memasukkan pengembangan UMKM dalam program prioritas, termasuk melalui penyediaan lapangan kerja, kemudahan investasi, bantuan modal usaha, serta pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah kota terus berkomitmen memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, akses permodalan, serta perluasan pasar, termasuk bagi UMKM dari lingkungan pemasyarakatan,” tandas walikota.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Sumarwoto Hendra Budiman dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membuka peluang pemasaran produk warga binaan, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari program pembinaan pemasyarakatan.
Bazar tersebut, melibatkan 25 stand, terdiri dari 19 stand UMKM internal dan 6 stand UMKM eksternal. Stand internal mencakup produk dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), layanan keimigrasian, serta produk dari PIPAS, sementara stand eksternal melibatkan pelaku UMKM dan layanan perbankan.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan hasil karya mereka sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kehidupan setelah bebas,” tandasnya.
Bazar UMKM ini kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar bagi produk-produk warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” harapnya.(Mg-1)