AMBON, Siwalima.id - Satu hari menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha 1447 Hijriyah, Tokoh Masyarakat Maluku Bram Wattimena, menyalurkan hewan kurban kepada umat Muslim di Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Hewan kurban berupa satu ekor sapi tersebut diterima Imam Masjid Nurul Awal Wakal, Ahmad Leawaru didampingi pengurus masjid, Selasa (26/5).
Wattimena kepada Siwalima, id menjelaskan, penyaluran hewan kurban yang dilakukan dirinya merupakan bentuk solidaritas dan toleransi antar umat beragama di Maluku yang terus terbangun selama ini.
Pemberian hewan kurban bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan siapapun yang merasa kelebihan dapat menyalurkan hewan kurban.
“Pemberian hewan kurban merupakan bentuk toleransi dan kepedulian kepada masyarakat khususnya umat Muslim yang merayakan Idhul Adha,” ucap Wattimena.
Ibadah kurban kata Wattimena, tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi lebih dari itu mengandung makna yang besar dalam kehidupan sebagai manusia, artinya siapapun yang merasa berkelebihan dapat memberikan tanpa ragu-ragu, tulus dan ikhlas.
Ia menjelaskan, penyembelihan hewan qurban, di samping menunaikan syariat agama Islam, juga merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, terutama di Hari Raya Idhul Adha, sehingga dapat hidup berdampingan, saling tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat dengan penuh kedamaian dan nuansa persaudaraan yang tinggi.
Penyaluran hewan qurban ini diharapkan, dapat membantu saudara-saudara umat Muslim di Negeri Wakal untuk merayakan Idhul Adha, sekaligus dapat merasakan rahmat dan hikmat untuk bisa bersama-sama menikmatinya.
“Semoga hewan qurban yang diserahkan ini menjadi berkah bagi umat Muslim di Wakal, khususnya kaum dhuafa dan yang membutuhkannya,” tandas Wattimena.
Sementara itu, Imam Masjid Nurul Awal Wakal, Ahmad Leawaru menyambut baik dan berterima kasih kepada Bram Wattimena yang telah menyalurkan hewan kurban kepada umat Muslim di Negeri Wakal.
Hewan kurban yang diberikan kata Ahmad, tentunya sangat bermakna bagi umat Muslim khususnya kaum dhuafa, anak yatim piatu dan para janda di Desa Wakal.
“Apa yang dilakukan pak Bram Wattimena merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian antara orang beragama di Maluku. Kami doakan pak Bram dan keluarga lindungi selalu,” ucap Ahmad.
Ahmad memastikan, hewan kurban yang diberikan akan disembelih pada waktunya dan dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat, dengan tetap memprioritaskan kaum dhuafa dan para janda,” janji Ahmad.(S-20)