AMBON, Siwalima.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku (MOR 8), memastikan stok BBM dan LPG di Maluku aman menghadapi lonjakan permintaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepastian ini disampaikan Sales Branch Manager Wilayah 1 Maluku, Avip Noor Yulian, dalam laporan resminya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Maluku di ruang rapat Komisi II, Senin (1/12).
Menurut Avip, sejak akhir November 2025, terjadi peningkatan permintaan signifikan untuk berbagai produk BBM dan LPG dan tren ini, diprediksi akan terus berlanjut hingga momen Natal dan Tahun Baru.
Untuk rinciannya, konsumsi Pertamax meningkat 9%, gasolin umum naik 14% dan minyak tanah melonjak 20% dibanding periode normal.
Untuk menjamin ketersediaan energi di seluruh wilayah Maluku yang terdiri dari banyak pulau, Pertamina telah mengoperasikan 7 terminal utama, termasuk di Wayame, Namlea, Dobo, Saumlaki, dan Tual.
“Untuk Kondisi ketahanan stok per 30 November 2025 tercatat, LPG stok tersedia untuk 102 hari kedepan, minyak tanah 51 hari, Pertalite 22 hari, Pertamax 74 hari dan Biosolar 13 hari,” rinci Avip.
Avip menambahkan, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan Pertamina antara lain, peningkatan stok di depot dan lembaga penyalur, optimalisasi armada mobil tangki, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta aktivasi program Satgas Natal dan Tahun Baru yang telah berjalan sejak pertengahan bulan November.
“Dengan langkah-langkah ini, kami pastikan distribusi BBM dan LPG di Maluku tetap aman dan lancar, sehingga kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi,” tandas Avip.
Pertamina kata Avip, terus memantau kondisi lapangan, termasuk potensi permintaan tambahan agar setiap wilayah, terutama di daerah kepulauan terpencil, tidak mengalami kekurangan pasokan.
“Kami di Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat Maluku sepanjang musim libur akhir tahun,” tegas Avip.(S-26)