AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 55 warga Maluku lintas agama, diberangkatkan Pemerintah Provinsi untuk menjalanI ibadah umroh dan wisata rohani.
55 warga Maluku tersebut terdiri dari 25 umat Muslim yang akan menjalani ibadah umroh dan 20 umat Kristen yang akan menuju Yerusalem dan 10 umat Budha dan Hindu yang akan diberangkatkan menuju India untuk melakukan ibadah.
Keberangkatan 55 warga Maluku ini ditandai dengan pelepasan jemaah umroh dan wisata rohani oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur, Jumat (21/11).
Gubernur mengungkapkan, umroh dan wisata rohani gratis merupakan program pemerintah provinsi yang bukan hanya sekadar perjalanan ibadah, melainkan merupakan momentum untuk memperkuat persaudaraan antar umat beragama.
"Perjalanan ini bukan hanya sekedar melaksanakan ibadah dan amalannya, tetapi juga sebagai pengalaman spiritual untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat bermanfaat untuk sesama manusia,” ucap gubernur.
Perjalanan umroh dan wisata rohani kata gubernur, bertujuan untuk membangun persaudaraan antar umat beragama, guna menegaskan komitmen Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia.
Peserta umroh dan wisata rohani, harus mampu menunjukkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa Maluku merupakan laboratorium kerukunan umat beragama.
“Program yang digagas oleh pemerintah provinsi ini, sebetulnya hanya bertujuan untuk membangun persaudaraan antar umat beragama untuk bersama-sama biking bae par Maluku, tunjukkan bahwa Maluku merupakan laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia,” tandas gubernur.
Gubernur berpesan kepada peserta umroh dan wisata rohani, agar menjalankan ibadah dengan niat yang tulus, sambil mendoakan Maluku agar semakin maju dan sejahtera.
“Saya titip kepada seluruh jemaah wisata rohani dan umroh Pemprov Maluku, untuk mendoakan Maluku menjadi negeri yang rukun, aman, damai dan sejahtera,” ucap gubernur.(S-20)