AMBON, Siwalima.id - Rumah Sakit Bhakti Rahayu, tidak pernah menerapkan pembatasan hari rawat pasien, apalagi membedakan pasien BPJS dan pasien umum.
Hal ini ditegaskan Kasubbag Pelayanan dan Kesahatan, RS Bhakti Rahayu, Alvin Diaz, menyikapi viralnya di media sosial terkait dengan pelayanan kesehatan yang buruk, saat menangani salah satu pasien bernama Maria Leunupun.
Dikatakan Diaz, pemulangan pasien ini, lantaran kondisi pasien yang sudah memungkinkan untuk menjalani pemulihan di rumah dan bukan karena statusnya sebagai pasien BPJS.
“RS Bhakti Rahayu tidak pernah menerapkan yang namanya pembatasan hari rawat, terkait pemulangan proses perawatan pasien, itu berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter penanggung jawab pasien, ketika dokter putuskan bahwa pasien sudah bisa pulang, artinya dokter telah pertimbangkan, bahwa pasien tersebut sudah tidak memiliki keluhan yang berat, sehingga bisa dilanjutkan dengan proses rawat jalan,” jelas Diaz kepada wartawan di Ambon, Rabu (3/12).
Sementara terkait alasan bahwa pasien ini peserta BPJS, Diaz menegaskan,RS Bhakti Rahayu tidak pernah melakukan pembatasan hari rawat maupun membedakan pasien BPJS dan pasien umum, sebab semua pasien yang masuk ke RS ini, diperlakukan sama.
“Jika memang ada pembatasan hari rawat, maka pasien yang masuk tanggal 21 seharusnya berdasarkan klaim pembatasan tiga hari rawat, sudah dipulangkan pada tanggal 24. Tetapi faktanya, pasien baru dipulangkan pada tanggal 28. Kemudian pada tanggal 29, ketika pasien kembali dengan keluhan, kami tetap melakukan perawatan,” jelas Diaz.
Saat ditanya terkait dengan keterlambatan penanganan pasien pada pergantian infus yang memakan waktu lebih dari 1 jam, menurut Diaz, berdasarkan hasil penelusuran, pihaknya belum melihat adanya keterlambatan seperti yang diviralkan.
“Prosedurnya begini, untuk pergantian satu botol infus, kita tidak bisa ketika tinggal sedikit langsung diganti. Itu tidak bisa, karena semua ada perhitungannya, baik jumlah kebutuhan pasien dalam satu hari maupun jumlah tetesannya,” tandas Diaz.
Kendati demikian Diaz berjanji, manajemen RS akan tetap melakukan penelusuran lagi terhadap para nakes yang saat itu bertugas.
"Prinsipnya kita tidak anti kritik, silahkan asal itu sesuai fakta dan data, dan terkait hal ini kami masih melakukan penelusuran terhadap oknum teman-teman pelaksana yang saat itu bertugas di ruangan, baik yang dinas pagi maupun dinas siang,” janji Diaz.(S-10)