AMBON, Siwalima.id - Badan Pusat Statistik Maluku mulai melakukan sensus ekonomi 2026 dari rumah ke rumah yang ditandai dengan pendataan pada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Pasalnya sesuai prosedur sensus ekonomi 2026 dimana pada hari pertama diprioritaskan untuk mendata para pejabat negara dan kepala daerah termasuk di Provinsi Maluku.
Gubernur mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian nasional maupun daerah.
Melalui sensus ekonomi 2026 pemerintah akan mendapatkan data dasar seluruh aktivitas ekonomi, perkembangan struktur ekonomi, perubahan karakteristik usaha masyarakat, pertumbuhan ekonomi digital, hingga kontribusi ekonomi lingkungan dan sektor unggulan daerah terhadap pembangunan.
“Kebutuhan akan data berkualitas semakin besar di tengah transformasi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi kreatif dan berbagai dinamika global yang turut memengaruhi aktivitas ekonomi hingga ke wilayah kepulauan seperti Maluku,” kata Gubernur.
Data yang lengkap dan mutakhir, menurut gubernur sangat diperlukan pemerintah daerah sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Apalagi sebagai daerah kepulauan, dimana ketersediaan data ekonomi yang akurat memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan khususnya pada sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perdagangan, pariwisata, industri kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi penggerak ekonomi Masyarakat.
Diakuinya sejumlah tantangan masih dihadapi seperti konektivitas antarwilayah, biaya logistik yang relatif tinggi, keterbatasan infrastruktur di sejumlah kawasan, serta kebutuhan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal, karena pemda memerlukan data yang rinci dan terpercaya agar setiap kebijakan yang disusun dapat menjawab kebutuhan masyarakat sesuai karakteristik wilayah kepulauan.
Gubernur pun meminta seluruh elemen masyarakat terbuka menyampaikan setiap data ekonomi untuk menghasilkan data akurat, lengkap, dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.
Gubernur menegaskan hasil Sensus Ekonomi akan menjadi fondasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan, peningkatan investasi, penguatan daya saing daerah, pembukaan lapangan kerja, pengembangan sektor unggulan, dan penguatan ekonomi kerakyatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Saya mengajak pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, TNI, Polri, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan sensus tersebut,” terang gubernur.
Secara khusus gubernur meminta para pelaku usaha, baik skala besar, menengah, kecil maupun mikro, agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap dan jujur sesuai kondisi usaha masing-masing sebab seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Dari data yang berkualitas akan lahir kebijakan yang berkualitas. Dari kebijakan yang berkualitas akan terwujud Maluku yang semakin maju, adil, sejahtera, dan berdaya saing,” tegas gubernur.(S-20)