AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku, mengingatkan, kepada seluruh penyedia atau pengelola dapur makanan bergizi gratis (MBG) untuk lebih teliti dan hati-hati dalam menyiapkan makan bagian para siswa.
Kejadian yang menimpa para siswa SMPN 1 Pulau Pulau Babar di Kbaupaten MBD pada, Kamis (11/9) kemarin, pemprov sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Bahkan persoalan terkait kualitas MBG ini sebelumnya juga, pernah terjadi di Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah beberapa waktu lalu.
“Pak gubernur berulang kali mengingatkan para penyelenggara SPPG atau Dapur MBG lebih perhatikan lagi protap tentang MBG ini,” tegas Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Sabtu (13/9).
 Selain itu kata Kasrul, hygienitas maupun gizi, harus menjadi perhatian serius penyelenggara SPPG, apalagi di setiap SPPG tersebut ahli gizi ada, sehingga semua hal harus diperhatikan serius. Untuk itu, pemprov berharap, program strategis nasional MBG ini harus dapat dinikmati oleh semua pihak dan tidak boleh ada lagi masalah seperti yang terjadi di Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya.
Menurut Kasrul, berdasarkan laporan yang diterima pemprov, siswa yang menjadi korban keracunan menu MBG yang disantap mereka, berjumlah 28 orang dan saat ini semua sudah membaik.
“Kita cukup terkejut dengan kejadian ini dan seharusnya kejadian seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi menyangkut MBGs,” ucap Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang, kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Sabtu (13/9).
Kasrul mengaku, sampai saat ini belum diketahui penyebab 28 siswa di Tepa keracunan, sebab sampel makanan sedang dikirim untuk diuji di laboratorium dan hasil pemeriksaan dokter belum diterima pemprov.(S-20)
Â