SIWALIMA.id > Berita
SKK Migas Raih Gold Rank di ASRRAT 2025
Ekonomi | Senin, 1 Desember 2025 pukul 13:51 WIT

AMBON, Siwalima.id - Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustai­nability Reporting Rating (ASR­RAT) 2025. Penghargaan ini mem­perkuat komitmen SKK Migas dan industri hulu migas untuk tetap memperjuangkan isu-isu keberlan­jutan di tengah upaya untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.

“SKK Migas dan Kontraktor KKS sedang berjuang keras untuk me­ningkatkan produksi dan lifting mi­gas nasional. Namun upaya-upaya keberlanjutan tetap kita jadikan prio­ritas karena Rencana Strategis kita tidak hanya memuat peningkatan produksi, tetapi juga mendukung komitmen Indonesia mencapat target net zero emission,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto setelah menerima ASRRAT 2025, Jumat (28/11). 

Dalam release yang diterima Siwa­lima, dijelaskan, penghargaan ini diharapkan akan memicu semangat SKK Migas dan Kontraktor KKS untuk terus melakukan terobosan-te­robosan baru untuk memper­juangkan isu-isu keberlanjutan di dalam kerangka operasi hulu migas.

Sustainability Report merupakan sebuah laporan yang merangkum kiprah dan kebijakan sebuah organi­sasi yang sejalan dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau the Sustainable Development Goals (SDGs).

“Laporan ini dibuat dengan me­ngacu kepada standar yang dikem­bangkan lembaga internasional General Reporting Initiative (GRI). ASRRAT sendiri merupakan peni­laian tahunan terhadap laporan keberlanjutan yang dipublikasikan oleh berbagai instansi,” ujarnya.

Dikatakan, ajang ini digelar oleh lembaga independen National Center for Corporate Reporting (NCCR) dengan tujuan untuk ntuk memoti­vasi dan mempercepat pelaporan keberlanjutan perusahaan atau lem­baga dengan memberikan apresiasi kepada upaya terbaik dalam meng­komunikasikan kinerja pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola.

“Di tahun 2025 ini jumlah peserta mencapai 82 perusahaan dan orga­nisasi, yang berasal dari Indonesia (78), Bangladesh (1), dan Filipina (3). Para juri berasal dari kalangan aka­demisi yang sudah memiliki sertifi­kasi dalam hal sustainability reporting. SKK Migas secara rutin meng­ikuti ajang ini dan sudah menda­patkan Gold Rank sebanyak tujuh kali,” bebernya.

Dijelaskan, penanganan isu keberlanjutan, seperti pengurangan emisi, merupakan pekerjaan jangka panjang namun harus dimulai de­ngan kerja-kerja nyata dan realistis dalam jangka pendek. Saat ini in­dustri hulu migas sudah melakukan sejumlah inisiatif untuk mengurangi emisi karbon, misalnya mening­katkan efisiensi energi, mengurangi emisi metana, meminimalkan flare gas hingga zero flaring dan pekerjaan untuk implementasi carbon capture, utilization, and storage (CCUS). 

“Beberapa inisiatif untuk CCUS sudah berprogres, misalnya Ubadari di Tangguh dan next Abadi Masela. Di industri hulu migas sebenarnya CCUS sudah lama diterapkan di lapangan minyak Indonesia untuk EOR CO2 flooding seperti di lapangan Sukowati dan untuk pressure maintenance di lapangan Banyu Urip Exxon Mobil Cepu,” katanya.

Ditambahkannya, Indonesia me­miliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar. Secara regu­lasi pun sudah sangat mendukung, termasuk di industri hulu migas. (S-17)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps