AMBON, Siwalima.id - Pasca ditunjuk menjadi pimpinan PT Maluku Energi Abadi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa pada 10 November lalu, MAS Latuconsina langsung tancap gas.
Belum genap sebulan menjadi pimpinan di perusahaan yang akan mengelola migas di Maluku itu, Sam, begitu dia disapa, telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga guna memaksimalkan pengelolaan migas di Maluku.
PT Ship Management Indonesia (SMI) menjadi salah satu perusahaan yang secara resmi digandeng PT MEA menjalin kerjasama pengembangan jasa kelautan dan pendukung migas di wilayah Provinsi Maluku.
Kerja sama dua perusahaan ini, ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan langsung Direktur Utama PT SMI, Susilo Anggit Wiwoho dan Direktur Utama PT MEA Sam Latuconsina di Jakarta, Selasa (16/12).
Kepada Siwalima.id, Latuconsina menjelaskan, tujuan dari kerjasama ini yakni pengembangan bisnis jasa pendukung dan logistik Migas di wilayah Provinsi Maluku.
"Kerja sama ini tidak terbatas pada area wilayah kerja Blok Masela, Blok Bula, dan Blok Seram Non Bula," ujar Latuconsina, Selasa (16/12).
Latuconsina menjelaskan, berdasarkan dokumen yang ditandatangani bersama itu kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama komersial dalam lingkup penyediaan layanan terintegrasi untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi (Migas) di wilayah Provinsi Maluku.
"Ruang lingkup kerja sama meliputi, namun tidak terbatas pada penyediaan tenaga kerja dan keahlian (man power and expertise), penyediaan logistik termasuk transportasi produk dan dukungan peralatan, dukungan vessel dan operasi kelautan,” kata Latuconsina.
Latuconsina berharap, dengan kerja sama ini, pengelolaan migas di Maluku semakin baik guna memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku.(S-20)