AMBON, Siwalima.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Fredinan Tasso memastikan, seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SMP telah memiliki tim penanganan dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.
Langkah ini dilakukan, guna mencegah terjadinya perundungan (bullying) maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya terhadap peserta didik di sekolah. Pemkot berharap, kasus bullying tidak lagi terjadi di sekolah-sekolah, sehingga peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bebas dari tekanan.
“Sekolah-sekolah di Kota Ambon, mulai dari PAUD sampai SMP, sudah memiliki tim penanganan dan pencegahan kekerasan. Kami berharap peristiwa bullying tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah,” ujar Tasso kepada Siwalima.id di Balai Kota Ambon, Rabu (22/4).
Namun, jika ditemukan ada tindakan kekerasan, baik verbal maupun fisik, intoleransi, maupun kekerasan berbasis kebijakan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera melaporkannya kepada pihak sekolah.
Laporan tersebut dapat disampaikan kepada wali kelas, guru, kepala sekolah, maupun pihak lain di sekolah yang dianggap membuat korban merasa nyaman untuk bercerita.
Selain itu, korban juga diimbau untuk berani menolak tindakan kekerasan yang dialami dengan cara yang tepat, tanpa membalas menggunakan kekerasan serupa.
“Korban harus menyampaikan penolakan terhadap kekerasan itu, tetapi jangan melakukan pembalasan dengan bentuk kekerasan yang sama,” pinta Tasso.
Tasso berharap, kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat agar lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak.(Mg-1 )