AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 30 calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti Asesmen Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian yang berlangsung SMA Negeri 2 Ambon, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut diawasi Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK Polda Maluku, Kombes Indera Gunawan dan didampingi Ketua Panitia Daerah, Kombes Jemi Junaidi.
Dalam arahannya, Kombes Indera mengatakan asesmen merupakan tahapan penting dalam membentuk calon perwira Polri yang tidak hanya unggul secara akademik dan fisik, tetapi juga memiliki integritas dan loyalitas kepada negara.
“Seleksi ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM unggul menuju Polri Presisi. Kami ingin memastikan calon perwira yang terpilih nantinya benar-benar memiliki integritas, loyalitas kepada NKRI, serta kepribadian yang baik,” tegasnya.
Ia menambahkan pengawasan internal terhadap seluruh tahapan seleksi terus diperkuat guna memastikan proses rekrutmen berjalan objektif, profesional, dan bebas dari praktik kecurangan maupun titipan.
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, pelaksanaan ujian diawasi pengawas internal dari Itwasda dan Propam Polda Maluku.
Polda Maluku juga melibatkan pengawas eksternal dari Politeknik Negeri Ambon guna memastikan sistem CAT berjalan aman dan bebas kendala teknis.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian seleksi di SMA Negeri 2 Ambon berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.
Sebelumnya, Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni meninjau langsung pelaksanaan hari kedua Uji Akademik seleksi penerimaan terpadu Taruna Akpol tahun 2026 di lokasi yang sama, Sabtu (9/5).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, objektif, dan akuntabel sebagai bagian dari komitmen Polda Maluku mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih dan berintegritas.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Karo SDM Polda Maluku, Kabid TIK Polda Maluku selaku Ketua Bidang CAT Uji Akademik, Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, serta panitia dan pengawas internal seleksi.
Imam menegaskan seluruh proses penerimaan Taruna Akpol dilaksanakan secara profesional dengan pengawasan ketat dari unsur internal maupun eksternal guna menjamin seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing.
“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan bersih, transparan, dan akuntabel. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi dalam proses rekrutmen anggota Polri,” ujar Imam.(S-25)