SIWALIMA.id > Berita
50 Ribu di MBD Hanya dapat 2 Liter Minyak Goreng
Ekonomi | Senin, 11 Mei 2026 pukul 13:42 WIT

TIAKUR, Siwalima.id - Kesenjangan harga terasa sangat jauh oleh masyarakat yang tinggal di wilayah  Tertinggal, Terdepan, Terluar seperti Kabupaten Maluku Barat Daya.

Naiknya harga BBM dampaknya sangat terasa dan pemicu tingginya harga barang kebutuhan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat ibukota provinsi.

Mirisnya lagi, dengan uang Rp 50 ribu, masyarakat di MBD hanya bisa membeli 2 liter minyak goreng. Untuk harga beras relatif stabil di harga Rp18.000-20.000/kg.

Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM MBD, William Renjaan, ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (8/5) memastikan walaupun terjadi kenaikan harga namun stok tetap aman. 

Ia merincikan untuk harga beras di penjual eceran sedikit mengalami kenaikan, misalnya untuk harga beras rata-rata dijual awal Rp 18.000 ribu/kg sampai 20 ribu/kg.

Sementara terigu dijual Rp 12.000 sampai Rp 15,000, telur ayam Rp 75. 000/rak  dan minyak goreng Rp 25.000/liter.

“Kita pastikan untuk stok beras dan kebutuhan lainya tercukupi sampai 1 bulan kedepan,” kata Renjaan.

Kenaikan harga beras ini, lanjutnya disebabkan kenaikan dari daerah pemasok.

“Yang jelas harga tidak bisa dinaikan ikut mau dari pengusaha. Faktor pengaruh karena sudah banyak pesaing sehingga mau tidak mau pengusaha harus mengimbangi supaya bisa menutupi biaya yang lain, plus keuntungan,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, pihaknya rutin melaksanakan pengecekan sekaligus pengawasan di lapangan. 

Kenaikan Tarif Transportasi 

Sebelumnya diberitakan, DPRD minta pemerintah provinsi bergerak cepat mengantisipasi kenaikan tarif transportasi udara dan laut serta darat pasca kenaikan harga Avtur.

Kenaikan harga Avtur untuk pesawat terbang juga berpotensi menaikan harga BBM jenis lainnya, termasuk harga barang kedepannya.

“Kondisi global yang tidak stabil berpotensi memicu kenaikan harga BBM, yang pada akhirnya berdampak langsung pada tarif transportasi, baik laut maupun udara,” kata anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy dalam rapat kerja bersama mitra Komisi III di ruang paripurna DPRD, Karang Panjang, Ambon, Rabu (15/4).

Menurutnya, kalau terjadi kenaikan BBM secara otomatis tarif transportasi ikut terdampak.

“Ini yang harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Maluku sebagai daerah kepulauan sangat bergantung pada konektivitas antar wilayah, olehnya itu, setiap perubahan pada sektor energi akan berpengaruh besar terhadap mobilitas masyarakat.

Ia mencontohkan, kenaikan harga avtur beberapa waktu lalu berdampak signifikan terhadap harga tiket pesawat yang melonjak cukup tinggi.

“Ini pernah terjadi dan sangat dirasakan masyarakat. Jangan sampai terulang tanpa ada langkah pengendalian,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti kesiapan infrastruktur transportasi, baik pelabuhan maupun bandara, terutama dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Ia menyebut, kesiapan tersebut penting agar pelayanan tetap berjalan optimal di tengah potensi tekanan biaya.

“Pemerintah daerah harus memastikan semua berjalan baik, baik dari sisi tarif maupun layanan,” ujarnya.

Ia berharap, langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah daerah dapat menjadi bagian dari evaluasi dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, hingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.

“Kita harus cepat merespon situasi, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.(S-27)

BERITA TERKAIT