SIWALIMA.id > Berita
Ancaman Karhutla
Visi | Senin, 10 November 2025 pukul 13:40 WIT

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat di Provinsi Maluku.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Pattimura Ambon,  mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Peringatan ini ditujukan untuk lima kabupaten di Maluku yaitu, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya.

BMKG keluarkan peringatan dini berdasarkan Fine Fuel Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. 

Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate), sedangkan sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High). 

Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, wilayah di Kota Ambon; Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).

Fire Weather Index menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran Sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku

berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate).

Namun di sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar wilayah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High). 

Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Namun, di sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High). 

Langkah antisipasi yang perlu dilakukan yaitu, dalam mitigasi karhutla, yaitu pencegahan, persiapan pemadaman, dan adaptasi. Pencehana dilakukan dengan melibatkan berbagai pendekatan, antara lain, pengelolaan vegetasi, untuk mengurangi bahan bakar alami yang mudah terbakar, manajemen air, menjaga kelembaan lahan gambut dan daerah rawan kering, patroli dan deteksi dini, agar potensi kebakaran bisa segera diidentifikasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, supaya masyarakat turut serta menjaga lingkungan, perencanaan tata guna lahan, menghindari pembukaan lahan yang rawan terbakar.

Selanjutnya, pnegakan hukum, untuk memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran, pengawasan dan sistem peringatan dini, agar bisa mengambil langkah cepat bila terdeteksi titik api.(*)

BERITA TERKAIT