SIWALIMA.id > Berita
Antisipasi Tawuran Pelajar Jadi Target Satpol PP
Online | Jumat, 15 Mei 2026 pukul 14:27 WIT

AMBON, Siwalima.id - Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ambon, Silver Leatemia memastikan, pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi maraknya tawuran antar pelajar di Kota Ambon. untuk itu, langkah penertiban hingga pembinaan kini mulai diperketat untuk menekan aksi kekerasan di kalangan pelajar.

“Selain penertiban di lapangan, pelajar yang terjaring langsung kami bawa ke kantor untuk dibina. Orang tua dipanggil dan setelah itu dikembalikan ke sekolah,” janji Silver kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Rabu (13/5).

Menurutnya, tawuran pelajar yang terus terjadi sudah masuk tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius, bukan sekadar teguran biasa.

Karena itu, Satpol PP akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon, untuk menjalankan program edukasi langsung ke sekolah-sekolah mulai pekan depan.

Pendekatan yang dipilih bukan sosialisasi besar yang menghabiskan anggaran, melainkan langkah sederhana namun langsung menyentuh para siswa.

“Daripada habiskan biaya besar untuk sosialisasi, kami pilih kegiatan non-budget. Satpol PP akan turun langsung ke sekolah setiap hari Senin saat upacara bendera,” ucap Silver.

Menurutnya, dalam kegiatan itu, anggota Satpol PP akan ikut upacara bersama para siswa dan minta waktu sekitar tiga hingga lima menit untuk memberikan edukasi mengenai bahaya tawuran serta dampaknya terhadap masa depan pelajar.

“Kami ingin kasih pemahaman supaya anak-anak ini sadar, bahwa tawuran bukan hal yang hebat, tapi kebiasaan buruk yang merusak diri sendiri dan lingkungan,” cetus Silver.

Edukasi tersebut kata dia, nantinya tidak hanya membahas tawuran pelajar, tetapi juga berbagai persoalan keamanan dan ketertiban lain yang berkembang di Kota Ambon.

“Ke depan bukan cuma soal tawuran. Semua akan disesuaikan dengan kebutuhan keamanan dan ketertiban di Kota Ambon,” jelas Silver.

Satpol PP berharap, langkah edukasi yang dilakukan secara rutin dapat perlahan mengubah pola pikir pelajar dan mengikis budaya kekerasan yang selama ini terus berulang.

“Kami tahu ini tidak bisa langsung hilang. Tapi kalau pendekatan edukasi terus dilakukan secara kontinyu, kebiasaan tawuran itu perlahan bisa dihapus,” tandas Silver.(S-30)

BERITA TERKAIT