SIWALIMA.id > Berita
ASN Tewas Setelah Lompat dari JMP
Daerah | Jumat, 10 April 2026 pukul 15:31 WIT

AMBON, Siwalima.id - Seorang pria yang diketahui bernama Anto Haninu dilaporkan meninggal dunia setelah diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Merah Putih (JMP), Rabu (8/4) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.10 WIT di kawasan pesisir pantai Galala, RT 001/RW 001, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, kepada wartawan Kamis (9/4) mengungkapkan, korban diketahui berprofesi sebagai apa­ratur Sipil Negara (ASN) dan berdo­misili di kawasan Batu Merah.

Kendati demikian, Luhukay tidak menyebutkan secara detail ASN pada instansi mana korban bekerja.

“Korban diduga melompat dari atas JMP ke perairan Galala. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ujar Luhukay. 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, insiden bermula saat seorang warga bernama Roland Syam (23) bersama rekannya tengah berada di gazebo bawah JMP untuk latihan paduan suara.

Tak lama kemudian, sebuah mobil putih melaju dengan kecepatan tinggi dan berhenti di sekitar lokasi. Saksi sempat menduga terjadi keri­butan, sehingga langsung menghu­bungi Bhabinkamtibmas setempat.

Namun, dari informasi pengun­jung kafe di sekitar lokasi, diketahui bahwa seseorang telah melompat dari atas jembatan dan belum dite­mukan.

Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian di sekitar perairan bawah JMP hingga akhir­nya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

“Korban sempat diberikan perto­longan pertama oleh warga, namun tidak menunjukkan respons,” jelas Luhukay.

Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon menggunakan kendaraan warga yang melintas. Namun, setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kor­ban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka serius berupa patah tulang pada tangan kiri dan kaki kiri.

Polisi juga mengungkapkan, sebelum kejadian, korban diketahui baru selesai menjalani pengobatan dan sempat meminta keluarganya untuk melihat Kota Ambon dari atas JMP pada malam hari. “Dalam perjalanan, korban bersama keluarga sempat berhenti di atas JMP. Saat itu korban diduga langsung melompat, meski sempat dicegah oleh keluarga,” ungkap Luhukay.

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk mengidentifikasi anggota keluarga yang turut bersama korban saat kejadian.

Saat ini, jenazah korban telah berada di kediamannya di kawasan Waiheru. Polisi memastikan penye­-lidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan bunuh diri ini,” pungkas Luhukay.(S-10)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps