SIWALIMA.id > Berita
Bahas Kesiapan Daerah, Unpatti Gelar FGD Tentang Blok Masela
Online | Kamis, 11 Juni 2026 pukul 17:03 WIT

AMBON, Siwalima.id – Universitas Pattimura Ambon bersama Inpex Masela Ltd menggelar Focus Group Discussion dengan mengusung tema Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi Blok Masela, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Kamis (11/6).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas kesiapan daerah terutama pelaku usaha, tenaga kerja dan ekosistem rantai pasok lokal dalam menyambut pengembangan proyek abadi Blok Masela, yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor energi.

Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy menjelaskan, proyek abadi Blok Masela merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading akademik, tetapi harus hadir memberikan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan daerah dan nasional. Keterlibatan Unpatti dalam pengembangan Blok Masela merupakan manifestasi konkret dari peran tersebut,” tandas rektor.

Menurutnya, keterlibatan Unpatti sejalan dengan visi universitas yang tertuang dalam Statuta Unpatti tahun 2025, yakni menjadi universitas unggul, mendunia dan berkarakter budaya kepulauan pada tahun 2045.

Melalui kerja sama dengan Inpex Masela Ltd, pihaknya telah melakukan tiga kajian utama yang menjadi dasar pengembangan ekosistem pendukung proyek tersebut.

Kajian pertama terkait kesiapan vendor lokal untuk memastikan ketersediaan penyedia barang dan jasa yang memenuhi standar kebutuhan industri migas. Kajian kedua, menyoroti kesiapan tenaga kerja lokal guna memastikan tersedianya SDM yang kompeten dan siap bersaing. 

Sementara kajian ketiga, berfokus pada survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal agar tercipta ekosistem ekonomi yang mampu mendukung operasional proyek sekaligus memberdayakan masyarakat Maluku.

“Tanpa vendor yang memenuhi standar, tanpa SDM yang terampil dan tanpa rantai pasok yang memadai, manfaat ekonomi dari proyek ini berpotensi tidak dinikmati secara optimal oleh masyarakat Maluku,” cetus rektor.

Sementara itu, Manager External Affairs Inpex Masela Ltd, Rudy Imran menegaskan, perusahaan memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat Maluku dalam operasional proyek.

Ia berharap, suatu saat operasional proyek dapat dijalankan oleh tenaga kerja asal Maluku, mulai dari level bawah hingga posisi manajemen.

“Harapan kami, suatu hari nanti proyek ini dapat dioperasikan oleh orang-orang Maluku dari bawah sampai ke atas. Karena itu pengembangan SDM menjadi sangat penting sejak sekarang,” ucap Rudy.

Menurutnya, potensi manfaat ekonomi yang dihasilkan proyek tersebut sangat besar. Namun, pemerintah daerah perlu menyiapkan regulasi dan kebijakan yang dapat melindungi serta memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang tercipta.

“Saya khawatir jika tidak ada pengaturan yang baik, maka pelaku usaha yang memiliki modal besar dari luar daerah akan lebih mendominasi. Karena itu diperlukan kebijakan yang memberi ruang bagi masyarakat dan pengusaha lokal untuk berkembang bersama proyek ini,” ujarnya.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang menyampaikan, kehadiran Blok Masela harus menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut, tidak semata-mata diukur dari nilai investasi maupun kapasitas produksi energi yang dihasilkan.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama di dalamnya, ketika pelaku usaha daerah mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” tulis gubenrur dalam sambutannya.

Pemerintah Provinsi Maluku menurut gubernur, berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat, guna mempersiapkan SDM, meningkatkan kapasitas UMKM, memperkuat konektivitas infrastruktur, serta menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.

Hasil kajian dan rekomendasi yang dihasilkan melalui FGD ini, diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis, untuk memastikan manfaat ekonomi proyek abadi Blok Masela dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Maluku.(S-25)

BERITA TERKAIT