SIWALIMA.id > Berita
Bapomi Harap Keterbatasan Anggaran tak Jadi Kendala Atlet Ukir Prestasi
Online | Minggu, 14 September 2025 pukul 01:19 WIT

AMBON, Siwalimanews – Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Provinsi Maluku Nur Aida Kubangun berharap, walaupun dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, namun tidak boleh menjadikannya sebagai kendala untuk mengukir prestasi.

Penegasan itu disampaikan Kubangun saat melepas Koningen POMNAS Maluku di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti Ambon, Jumat (12/9).

Kubangun yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpatti mengakui, keberangkatan kontingen Maluku kali ini penuh dengan tantangan, baik dari sisi finansial maupun teknis.

“Kami berangkat dengan segala keterbatasan. Beban biaya sebagian besar ditanggung oleh perguruan tinggi masing-masing, sehingga banyak nomor beregu yang terpaksa tidak diikuti,” ucap Kubangun.

Menurutnya, dari 10 cabang olahraga yang disiapkan, akhirnya diputusakan hanya 7 cabor yang diberangkatkan ke Pomnas tahun ini, yakni panjat tebing, atletik, catur, wusuh, taekwondo, pencak silat dan karate.

Sementara total atlet yang berangkat sebanyak 31 orang, terdiri dari 26 mahasiswa berasal dari Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon serta 5 atlet tambahan dari cabang beladiri.

“Untuk cabor basket dan voli, kita tidak bisa kirim karena membutuhkan biaya besar untuk cabor beregu Jadi, kontingen Maluku ke Pomnas kali ini didominasi nomor perorangan,” tutur Kubangun.

Lnataran keterbatasan anggaran ini kata Kubangun, maka dibuatlah skema keberangkatan dilakukan secara bergilir, ini dilakukan demi menghemat biaya, dimana para atlet yang sudah selesai bertanding langsung dipulangkan digantikan dengan atlet lain yang akan bertarung di pertandingan berikutnya.

“Kalau semua menetap pasti biayanya tidak sanggup kami tanggung. Jadi model ini yang kami pilih,” ungkap Kubangun.

Pada kesmepatan itu ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, terutama para pelatih dan setiap perguruan tinggi. Walaupun demikian, masih ada beban utang dari pelaksanaan Porprov Maluku yang diselenggarakan kemarin, karena itu, ia berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun KONI.

“Kami mohon uluran tangan dari pemda dan KONI, agar tanggungan ini bisa diselesaikan,” pinta Kubangun.

Dari 7 cabor yang diikuti kontingen Maluku lanjut Kubangun, sebagian besar pertandingannya dipusatkan di Kota Semarang, sedangkan untuk pencak silat dipusatkan di Kota Solo. Pihaknya juga berharap, seluruh atlet akan membawa pulang medali emas meski dengan segala keterbatasan yang ada.

“Semoga doa kita bersama mengiringi langkah para atlet mahasiswa Maluku. Mereka membawa nama daerah dan sudah berjuang keras, meski dalam keterbatasan. Kita harap pulang dengan membawa medali,” harap Kubangun.

Untuk diketahui Pomnas XIX akan berlangsung di Kota Semarang dan Solo, Provinsi Jawa Tengah 15 hingga 27 September 2025.(S-25)

BERITA TERKAIT