SIWALIMA.id > Berita
BMKG Warning Gelombang Tinggi di Perairan Maluku
Daerah | Jumat, 18 Juli 2025 pukul 23:22 WIT

AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan warning atau peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Maluku.

Peringatan ini berlaku mulai Kamis, 17 Juli 2025 pukul 09.00 WIT hingga Jumat, 18 Juli 2025 pukul 09.00 WIT.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, dalam rilisnya, Kamis (17/7), mengatakan, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi, yakni mencapai 25 knot, terpantau di Perairan Buru bagian utara dan selatan, Perairan Seram bagian barat, Perairan Ambon–Lease, serta Perairan Seram bagian timur termasuk sekitar Pulau Gorong.

BMKG memprakirakan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain: Perairan Selatan Maluku; Perairan Kepulauan Banda Neira; Laut Banda bagian tengah; Perairan Seram bagian timur (utara, selatan, dan Pulau Gorong); Perairan Kepulauan Kai bagian selatan; Perairan Selatan Kepulauan Aru; Laut Arafuru.

Mengingat kondisi tersebut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat, khususnya para nelayan dan operator transportasi laut, mewaspadai potensi risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Beberapa jenis kapal yang perlu ekstra waspada antara lain: Perahu nelayan: Risiko tinggi jika angin >15 knot dan gelombang >1,25 meter; Kapal tongkang: Risiko tinggi jika angin >16 knot dan gelombang >1,5 meter; Kapal ferry: Risiko tinggi jika angin >21 knot dan gelombang >2,5 meter; Kapal besar seperti kargo dan pesiar: Risiko tinggi jika angin >27 knot dan gelombang >4 meter.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir serta pengguna jasa transportasi laut diharapkan terus memantau informasi terkini dari BMKG dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,”imbuhnya.

Perhatikan Kondisi Cuaca

ASDP Cabang Ambon menegaskan tetap memperhatikan kondisi cuaca saat pelayaran antar pulau di perairan Maluku.

General Manajer ASDP Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy kepada wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan sampai saat ini pelayaran masih berjalan normal ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kendati begitu, ASDP dalam pelayarannya tetap memperhatikan dengan baik peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG.

“Kami sudah ingatkan kepada ABK dan nakhoda dalam pelayanan sebelum melakukan pelayaran pantau kondisi cuaca dari BMKG,” ujar Tanassy.

Dijelaskan seluruh kapal milik ASDP telah dilengkapi dengan peralatan yang terkoneksi dengan BMKG guna memungkinkan setiap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dapat terpantau.

Tanassy mengaku juga memastikan terus memonitor setiap kali pelayaran guna mengetahui secara cepat kondisi kapal di perairan Maluku apalagi setiap kapal telah terkoneksi dengan Starlink.

“Saya sampaikan ke nakhoda dititik rawan itu selalu memberikan laporan kepada kami dan apabila kondisi dalam pelayanan cuaca yakni gelombang terlalu tinggi dan berbahaya cari titik aman,” tegasnya.

Tanassy juga telah memberikan ruang kepada nakhoda untuk memutuskan kapal kembali jika tiba-tiba terjadi cuaca ekstrim sambil mencari titik aman dan baru dapat berlayar kembali jika kondisi telah redah.

Semua upaya yang dilakukan menurut Tanassy bertujuan untuk menjamin keselamatan penumpang sebab keselamatan penumpang nomor satu bagi ASDP.

“Kita bisa penilaian untuk pelayanan tapi keselamatan kita tidak bisa memilih. Kalau orang memilih keselamatan berarti tidak ada terjadi kecelakaan. Untuk pelayanan bisa kita pilih tapi keselamatan tetap kita junjung tinggi, artinya kalau kondisi tidak bisa maka tidak bisa dipaksakan,” tandasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps