SIWALIMA.id > Berita
BMKG: Wilayah Maluku Masih Dilanda Cuaca Buruk
Online | Minggu, 14 Desember 2025 pukul 21:41 WIT

AMBON, Siwalima.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi risiko cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Maluku.

“Peringatan dini ini, mulai berlaku sejak, Senin (15/12) hingga Minggu (21/12 nanti,” tulis Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari, dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Minggu (14/12).

Menurutnya, berdasarkan hasil analisis, kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku dikarenakan terdapat siklonik di sekitar Laut Arafuru yang menyebabkan terbentuknya belokan angin dan konvergensi di wilayah Maluku, terutama di sekitar Laut Banda.

Selain itu suhu muka laut yang hangat di Laut Banda, sekitar Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah (Banda) Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Malra 29°C -31° C dengan anomali -0,5°C-10°C.

“Hal ini yang menyebabkan adanya penambahan massa uanp air yang mendukung tumbuhnya awan-awan konvektif,” jelas Kamari.

Selain itu kata Kamari, kelembaban udara lapisan bawah, menengah, hingga atas yang basah (80% - 100%) serta didukung oleh low Frequency di wilayah Maluku, kemudian lebalitas atmosfer pada kategori sedang hingga kuat yang mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.

Kondisi atmosfer tersebut berpengaruh terhadap proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat dalam beberapa hari kedepan.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi di wilayah Kota Ambon dan Tual serta Kabupaten Buru, Buru Selatan, SBB, Malteng, SBT, Malra, Aru, Kabupaten Tanimbar, dan MBD,” urai Kamari.

Melihat potensi cuaca buruk ini, maka Kamari menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ini, dikarenakan penurunan jarak pandang secara tiba-tiba, kemudian potensi resiko banjir dan tanah longsor serta  pohon tumbang dan gelombang tinggi.

Masyarakat juga dihimbau agars elalu emmantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal resmi informasi BMKG.(S-06)

BERITA TERKAIT