AMBON, Siwalimanews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dipastikan akan menangani kerusakan talud penahanan ombak di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Penanganan talud penahan ombak Desa Hatu tersebut, dilakukan BNPB setelah dibiarkan rusak selama beberapa tahun terakhir tanpa ada penanganan dari Pemprov Maluku. Padahal, talud penahanan ombak tersebut, berada di ruas jalan provinsi, namun sejak pemerintah Gubernur Murad Ismail dibiarkan rusak.
Alhasil, akibat jebolnya talud penahan ombak itu, telah menyebabkan ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat di Leihitu Barat menuju Kota Ambon nyaris putus.
Kepastian penanganan talud penahanan ombak tersebut, diakui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Maluku Sandi Luhulima kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Rabu (7/10).
Sandi menjelaskan, penanganan talud di Desa Hatu akan dilakukan BNPB dengan anggaran hibah kepada Pemprov Maluku melalui BPBD.
“Untuk beberapa talud yang putus akibat ombak itu telah terkonfirmasi akan dilakukan penanganan dengan dana hibah dari BNPB,” ujar Sandi.
Dijelaskan, penanganan talud yang rusak akibat gelombang tinggi, bukan saja untuk Hatu, namun juga untuk talud yang berada di Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan.
Namun sayangnya, terkait dengan besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk penanganan talud-talud tersebut, masih dalam perhitungan oleh BNPB.
“Kalau soal berapa besar hibah yang akan diberikan tentu kita masih menunggu kepastian dari BNPB, tapi kita berharap tahun depan itu sudah bisa ditangani, sebab kalau tidak kondisi ruas jalan itu akan tergerus,” ucap Sandi.(S-20)