SIWALIMA.id > Berita
BNPB Masih Hitung Biaya Pembangunan Sejumlah Talud
Online | Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 23:39 WIT

AMBON, Siwalimanews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) sampai saat ini masih menghitung biaya untuk memba­ngun kembali talud penahan ombak yang rusak akibat bencana.

Talud penahan ombak yang rusak seperti terjadi di Desa Hatu Keca­matan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah dan di desa Hutu­muri Kecamatan Leihitu Barat.

Anehnya talud penahan ombak yang rusak di Desa Hatu terjadi di masa pemerintahan eks Gubernur Murad Ismail namun tidak pernah tersentuh pembangunan.

Hal ini mengakibatkan akses war­ga terganggu dan baru diupayakan untuk diperbaiki di masa peme­rin­tahan Gubernur Hendrik Lewerissa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Maluku, Sandi Luhulima mengaku pihaknya sementara me­nyusun anggaran untuk perbaikan perbaikan beberapa talud penahan ombak.

“Besaran anggaran penanganan talud-talud tersebut masih dalam per­hitungan oleh Badan Nasional Pena­nggulangan Bencana (BNPB), jelas­nya kepada Siwalima, Rabu (8/10).

Dikatakan jebolnya talud penahan ombak Desa Hatu itu telah me­nyebabkan ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat di Leihitu Barat menuju Kota Ambon tersebut nyaris putus.

Olehnya penanganan talud Desa Hatu akan dilakukan BNPB dengan anggaran hibah kepada Pemprov melalui BPBD.

“Untuk beberapa talud yang putus akibat ombak itu telah ter­konfirmasi akan dilakukan penanga­nan dengan dana hibah dari BNPB,” ujar Sandi.

Selain itu penanganan talud yang rusak akibat gelombang tinggi juga akan dilakukan untuk di desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon.

“Kalau soal berapa besar hibah yang akan diberikan tentu kita masih menunggu kepastian dari BNPB, tapi kita berharap tahun depan itu sudah bisa ditangani, sebab kalau tidak kondisi ruas jalan itu akan tergerusnya,” ujarnya. (S-20)

BERITA TERKAIT