AMBON, Siwalimanews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai saat ini masih menghitung biaya untuk membaÂngun kembali talud penahan ombak yang rusak akibat bencana.
Talud penahan ombak yang rusak seperti terjadi di Desa Hatu KecaÂmatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah dan di desa HutuÂmuri Kecamatan Leihitu Barat.
Anehnya talud penahan ombak yang rusak di Desa Hatu terjadi di masa pemerintahan eks Gubernur Murad Ismail namun tidak pernah tersentuh pembangunan.
Hal ini mengakibatkan akses warÂga terganggu dan baru diupayakan untuk diperbaiki di masa pemeÂrinÂtahan Gubernur Hendrik Lewerissa.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Maluku, Sandi Luhulima mengaku pihaknya sementara meÂnyusun anggaran untuk perbaikan perbaikan beberapa talud penahan ombak.
âBesaran anggaran penanganan talud-talud tersebut masih dalam perÂhitungan oleh Badan Nasional PenaÂnggulangan Bencana (BNPB), jelasÂnya kepada Siwalima, Rabu (8/10).
Dikatakan jebolnya talud penahan ombak Desa Hatu itu telah meÂnyebabkan ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat di Leihitu Barat menuju Kota Ambon tersebut nyaris putus.
Olehnya penanganan talud Desa Hatu akan dilakukan BNPB dengan anggaran hibah kepada Pemprov melalui BPBD.
âUntuk beberapa talud yang putus akibat ombak itu telah terÂkonfirmasi akan dilakukan penangaÂnan dengan dana hibah dari BNPB,â ujar Sandi.
Selain itu penanganan talud yang rusak akibat gelombang tinggi juga akan dilakukan untuk di desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon.
âKalau soal berapa besar hibah yang akan diberikan tentu kita masih menunggu kepastian dari BNPB, tapi kita berharap tahun depan itu sudah bisa ditangani, sebab kalau tidak kondisi ruas jalan itu akan tergerusnya,â ujarnya. (S-20)