DOBO, Siwalima.id - Buku “Carita Dolo Kala” (Kumpulan Folkior Lisan Masyarakat Adat Aru) resmi diluncurkan.
Peluncuran buku tersebut digelar oleh Tim Lia-Lia Projeck bekerja sama Unpatti Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, di Aula Kampus PSDKU Unpatti Aru, Kamis (27/11)
Pamong Budaya Ahli Muda, Anita H S Latupeirissa Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku menyampaikan kekagumannya terhadap potensi anak muda Aru dalam melestarikan budaya.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh tim Lia-Lia bersama ibu Margaret dengan teman-temannya”. Luar biasa anak muda yang sangat kompetitif dalam melihat peluang tentang pelestarian kebudayaan di Aru,” ungkapnya.
Ia berharap buku ini dapat menjadi bahan literasi bagi anak-anak sekolah, terutama generasi muda.
BPK memberikan aspirasi dan semangat kepada tim Lia-Lia untuk terus melestarikan, meng-embangkan dan memanfaatkan waktu dalam mengembangkan kebudayaan di Aru.
“Maju terus, jangan mundur generasi muda, semoga apa yang dilakukan di saat ini mendapat berkah, dapat memberi stimulus yang luar biasa bagi pengembangan kebudayaan di Aru,” ujarnya.
Sementara itu, Sony Djonler salah satu narasumber menjelaskan bahwa peluncuran buku ini melibatkan diskusi dengan Silvester Heatubun dari Rumah Sastra Aru, yang mengupas kekayaan budaya lisan dalam buku tersebut.
Djonler juga mengupas bagaimana lirik lagu-lagu tanah (daerah) dapat menjadi petunjuk atau penanda sejarah masa lalu.
Ia mencontohkan penelitiannya bersama Ros Gordon dan Hansa Gedal mengenai syair lagu tanah di Kumul, “Kompania bakal kumul batuleilari,” yang mengungkap peristiwa pembunuhan seorang kontrolir Belanda bernama Sersan Surgeon Hayman Skedder pada tahun 1791.
Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengirim kapal perang untuk menyerang Kumul pada tahun 1794. Syair lagu tersebut menjadi ejekan bagi orang-orang Batu Leilari yang tidak menolong Kumul saat perang. “Syair lagu-lagu tanah itu bisa dipakai sebagai petunjuk sebuah peristiwa sejarah di masa lalu,” ungkap Djonler.
Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan dorongan kepada peserta untuk terlibat aktif dalam menggali dan mengembangkan kebudayaan Aru.
Sementara itu Ketua Komunitas Rumah Sastra Arafura Silvester Heatubun menambahkan buku “Cerita Dolo Kala” merupakan gebrakan baik dalam pelestarian karya sastra lisan, seperti cerita rakyat, legenda, dan nyanyian rakyat.
“Buku ini termuat buku cerita rakyat, cerita rakyat takuna, dan nyanyian-nyanyian rakyat. Ada syair-syair dalamnya dan puisi-puisi dll,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anak muda milenial untuk menghasilkan karya tulis yang bermanfaat dalam merawat folklor lisan di Kepulauan Aru.
Ia berharap kegiatan ini dapat menarik perhatian banyak orang untuk lebih jeli melihat proses pengabadian karya sastra dan budaya dalam bentuk buku. (S-11)