SIWALIMA.id > Berita
Bupati: Fondasi Maluku Tengah adalah Keberagaman
Daerah | Kamis, 11 Juni 2026 pukul 15:09 WIT

MASOHI, Siwalima.id – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menegaskan, fondasi Maluku Tengah adalah keberagaman, dimana umat Buddha, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu hidup berdampingan dengan damai.

Hal itu ditegaskan bupati dalam sambutannya pada Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 di Taman Buddha Jayagiri Arama, Desa Namto, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Sabtu (6/6),

Bupati mengaku, kontribusi umat Buddha dalam kegiatan sosial, pendidikan dan pelestarian budaya sangatlah dihargai. 

“Waisak bukan hanya perayaan keagamaan, tapi juga momentum memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” ucap bupati.

Bupati juga mengapresiasi pembangunan sarana ibadah umat Buddha berupa patung Buddha dan Taman Buddha Jayagiri Arama di Desa Namto. Kehadiran tempat ibadah yang representatif, merupakan bentuk nyata negara hadir untuk semua umat beragama, tanpa kecuali.

“Pemerintah ada untuk semua. Kita jaga Maluku Tengah tetap aman, damai dan maju bersama,” tutup bupati.

Untuk diketahui, peringatan Waisak tahun ini diisi rangkaian doa bersama, ceramah Dhamma, hingga kegiatan sosial untuk warga Namto. Para Bhikkhu menyampaikan pesan inti Waisak yakni welas asih, kesadaran, dan hidup rukun di tengah perbedaan.

Momen haru terjadi saat Bupati Zulkarnain menerima cenderamata dari Ketua Panitia yang juga Ketua Permabudhi Maluku Aline Tjoa bersama perwakilan umat Buddha. Plakat berbungkus kotak biru berornamen emas itu menjadi simbol penghargaan umat kepada pemerintah daerah atas peran aktifnya bersinergi menjaga harmoni sosial di Bumi Pamahanusa.

Tak hanya Bupati, cenderamata sama juga diberikan kepada Wagub Maluku, Abdullah Vanath, Kakanwil Kemenag yang diwakili, Camat Seram Utara Timur Seti, tokoh masyarakat, dan tokoh agama lintas iman.(S-16)

 

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps