AMBON, Siwalima.id - Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tual, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Batalyon C Pelopor, Kamis (10/2).
Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima.id dari berbagai sumber menyebutkan, kedua siswa ini diketahui merupakan kakak beradik.
Salah satu korban, Arianto Tawakal (14), siswa kelas IX Madrasah Aliyah Negeri, meninggal dunia, setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun. Korban dirawat akibat luka serius yang diduga dialaminya setelah insiden tersebut.
“Untuk sang kakak, Nasri Karim (15), mengalami patah tulang tangan kanan dan hingga kini masih menjalani perawatan medis,” beber sumber terpercaya Siwalima.id di Mapolda Maluku yang enggan mempublikasi identitasnya.
Peristiwa itu, bermula saat kedua korban melintas di ruas jalan RSUD Maren menggunakan sepeda motor, kemudian keduanya diduga dihentikan oleh oknum anggota Brimob tersebut.
Dalam insiden itu, korban disebut dipukul menggunakan helm hingga terjatuh dari kendaraan yang mereka kendarai.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, sempat memberikan pertolongan sebelum kedua korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian maupun dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum Brimob tersebut.
Sementara itu, Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Rudy Muskitta yang dikonfirmasi Siwalima.id melalui pesan WhatsApp, Jumat (20/2), membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, masalah tersebut saat ini sementara dalam proses penyelidikan pihak Polres Tual.
"Masalah tersebut masih dalam proses lidik oleh Polres Tual,” jelas Kompol Rudy.(S-25)