AMBON, Siwalima.id – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Ambon, Laksamana Muda Hanarko Djodi Pamungkas menyatakan, komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun Maluku.
Bahkan ia menyebut, Maluku memiliki sejarah besar yang harus terus dijaga dan diperkenalkan ke dunia.
“Maluku ini tidak pernah lepas dari sejarah. Di kawasan ini saja ada sekitar belasan bunker peninggalan sejarah. Ini dulu tempat yang sangat strategis,” ucap Dankodaeral dalam kegiatan Fun Shooting Gathering 2026 bersama para jurnalis dan pimpinan media serta Dinas Kominfo Maluku serta Kota Ambon di Lapangan Tembak Koderal IX Ambon, Selasa (13/1).
Ia mengaku, pangkalan TNI AL bukan hanya berfungsi sebagai instalasi militer, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kehadiran keluarga prajurit, fasilitas dan aktivitas sosial di dalam kesatrian turut mendorong kemajuan lingkungan sekitar.
Selain itu, Dankodaeral IX juga membuka akses fasilitas olahraga di lingkungan pangkalan bagi insan pers dan masyarakat, termasuk olahraga air seperti layar dan dayung.
“Kita ingin bersama-sama mencetak atlet-atlet Maluku yang bisa berprestasi dan go internasional,” ucap Dankodaeral IX.
Pasalnya kata Dankodaeral IX, melalui kolaborasi antara TNI AL, media dan masyarakat diharapkan Maluku dapat berkembang menjadi daerah yang lebih maju, indah dan kembali dikenal dunia sebagai wilayah yang kaya sejarah dan potensi maritim.
Untuk itu, pentingnya sinergi strategis antara TNI AL dan insan pers dalam mendukung penyebaran informasi yang cepat, akurat, serta pembangunan Maluku ke depan sangatlah penting.
“Pada intinya kita saling mengenal. Tidak kenal maka tidak tahu. Wartawan adalah mitra yang sangat strategis. Informasi sekarang sangat cepat, jadi kita harus saling dekat dan terbuka,” ujar Dankodaeral IX.
Hubungan yang baik dengan insan pers kata Dankodaeral IX, memungkinkan pertukaran informasi berjalan dua arah. Bahkan, dalam situasi tertentu, TNI AL tidak segan meminta klarifikasi atau informasi awal kepada wartawan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Dalam suasana informal tersebut, maka dirinya mengajak insan pers mengikuti kegiatan olahraga dan latihan menembak sebagai bagian dari kebersamaan, sebab selain untuk kebugaran, kegiatan itu juga menjadi sarana pembinaan komponen cadangan.
“Kalau sudah terdaftar dan pernah latihan, sewaktu-waktu dibutuhkan mereka sudah siap. Minimal sudah pernah pegang senjata dan latihan menembak,” tandas Dankodaeral IX.(S-25)