AMBON, Siwalimanews –Â Bank Indonesia kembali menggelar ekspedisi rupiah berdaulat di sejumlah wilayah di Maluku.
Kegiatan ini untuk memperkuat kedaulatan mata uang nasional dan memastikan ketersediaan uang layak edar hingga ke pelosok negeri.
Di Maluku sendiri ekspedisi digelar BI dengan menggandeng TNI angkatan laut dan pelepasan tim ke daerah pelosok dilakukan di Mako Lantamal IX Ambon Jumat (1/8).
Kepala Perwakilan BI Maluku, Mohamad Latif, mengatakan, BI sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengedarkan rupiah di seluruh wilayah NKRI.
“Untuk wilayah Maluku, ekspedisi akan berlangsung pada 1-7 Agustus yang mencakup Pulau Ambalau, Pulau Buano, Pulau Seram/Siritaun Wida Timur, Pulau Heniar, dan Pulau Seram/Kilmuri,” terangnya.
Kegiatan ini juga tim membawa uang senilai Rp 5 miliar ke sejumlah wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Latif juga mengaku kegiatan ini merupakan bagian dari misi penting dalam menjaga kedaulatan negara melalui peredaran uang Rupiah yang merata, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu Wagub mengaku upaya ini sangat penting mengingat tantangan geografis, infrastruktur yang terbatas, serta jaringan komunikasi yang belum merata di banyak wilayah kepulauan di Maluku.
“Ini bukan sekadar soal distribusi uang, tapi tentang menjaga simbol kedaulatan negara dan meningkatkan literasi masyarakat dalam mencintai, membanggakan, serta memahami Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa,” katanya.
Sementara itu, Danlantamal Suwandi, menyatakan TNI AL mendukung penuh pendistribusian uang rupiah hingga ke wilayah-wilayah terpencil sebagai bagian dari kontribusi dalam menjaga kedaulatan negara.
“Kolaborasi ini tidak hanya sebatas pada pengedaran uang, tapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis selama ekspedisi,” jelas Suwandi.
Diketahui, acara pelepasan kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Danlantamal IX Brigjen TNI Marinir Suwandi, serta sejumlah pejabat dari Gugus Tempur Laut Koarmada III, Bakamla Zona Maritim Timur, OJK Maluku, dan pimpinan perbankan di wilayah setempat. (S-25)