SIWALIMA.id > Berita
Gempa 5.3 di Tual, tak Berpotensi Tsunami
Online | Jumat, 12 September 2025 pukul 06:03 WIT

AMBON, Siwaimanews – Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 menguncang Kota Tual, Kamis (11/9), namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi pada Pukul 18.06.28 WIT itu berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,45° Lintang Selatan; 131,85° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 101 Km arah barat laut  Maluku Tenggara pada kedalaman 77 km,” jelas Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Kamis (11/9).

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi, merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas  deformasi batuan dalam lempeng Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” tulis Daryono dalam rilisnya.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) lanjut Daryono, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah  Kota Tual dengan skala intensitas III – IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. sementara berdasarkan hasil pemodelan, menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 18:31 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock ).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbau Daryono.

Ia juga menghimbau agar masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-27)

BERITA TERKAIT