AMBON, Siwalima.id - Gempa dengan magnitudo 5.5 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu, (17/1).
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi pada pukul 08.50.44 WIT tersebut, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,2.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,26° Lintang Selatan, 128,72° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat 35 km Barat Daya Maluku Tengah, pada kedalaman 59 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intra-slab ) Banda,” tulis Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Sabtu (16/1).
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber lanjut Daryono, menunjukkan, bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Amahai, Liang, Kairatu dengan skala intensitas III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah,” jelas Daryono.
Gempa ini juga dirasakan sampai ke daerah Ambon, Seram Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah (Terasa getaran seakan-akan truk berlalu-red).
Ia mengaku, berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.15 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” himbau Daryono.(S-27)