SIWALIMA.id > Berita
Gubernur : HUT ke 150 Jemaat Ouw Harus Jadi Momentum Perkokoh Iman
Online | Minggu, 28 Desember 2025 pukul 18:38 WIT

SAPARUA, Siwalima.id - HUT ke 150 gedung Gereja Pniel, Jemaat GPM Ouw, Klasis PP Lease dan peringatan 209 tahun baptisan pertama di Negeri Ouw diharapkan menjadi momentum bagi umat untuk perokoh iman.

Demikian dikatakan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, pada acara perayaan HUT ke 150 gedung Gereja Pniel Jemaat GPM Ouw dan peringatan 209 tahun baptisan pertama di Negeri Ouw, Sabtu (27/12).

HUT yang dirayakan Jemaat Pniel Ouw, menurut Gubernur, merupakan waktu untuk bersyukur atas penyertaan tuhan sebab hingga diusia ke-150 tahun tentu telah melewati berbagai pengalaman baik dalam keadaan sukacita maupun dalam tantangan hidup. 

Sejak berdiri tahun 1875 ibarat sebuah bahtera, Gereja Pniel Jemaat Ouw telah diperhadapkan dengan ombak dan gelombang zaman yang datang silih berganti dan hanya oleh penyertaan Tuhan Yesus gereja ini tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat memuji serta memuliakan nama-Nya.

"Melalui momentum ini, diharapkan semakin memantapkan dan memperkokoh iman kita kepada kristus sang kepala gereja. Perayaan ini bukan hanya untuk merayakan keberadaan jemaat dan gereja saja, tetapi juga untuk hidup agar semakin sesuai dengan panggilannya sebagai garam dan terang dunia yang berakar dalam kristus dan peduli terhadap sesama manusia dalam menyebarkan misi tuhan ditengah jemaat dan dunia ini," ucap Gubernur.

Gereja Pniel kata Gubernur adalah saksi perjuangan dan pengorbanan masyarakat Ouw dalam menjaga fisik bangunan sekaligus menghidupkan persekutuan yang mencerminkan teladan nyata tentang cara menghargai warisan leluhur.

Karenanya, Gubernur menyampaikan apresiasi majelis jemaat Ouw, pemerintah negeri dan seluruh warga jemaat dimana saja atas kontribusi menjaga dan merawat gedung Gereja Pniel hingga mencapai usia 150 tahun termasuk kesetiaannya dalam menjaga identitas sejarah 209 tahun baptisan pertama di Negeri Ouw. 

"Peringatan 209 tahun baptisan pertama mengingatkan kita pada akar identitas sebagai pewaris kerajaan allah, dan baptisan adalah tanda penyerahan diri kepada tuhan. Oleh karena itu, momentum ini harus menjadi pemicu bagi generasi muda di negeri Ouw untuk menjaga warisan iman tersebut dengan perilaku hidup yang takut akan tuhan," jelas Gubernur.

Gubernur mengaku tidak banyak negeri yang mampu memelihara ingatan sejarah spiritual selama lebih dari dua abad dan hal ini membuktikan masyarakat Negeri Ouw telah berakar kuat pada nilai-nilai ketuhanan dan peradaban adat istiadat yang luhur.
Pemerintah Provinsi Maluku lanjut Gubernur terus berkomitmen untuk mendukung setiap upaya pembangunan masyarakat berbasis keagamaan.

Gubernur pun mengajak seluruh warga jemaat GPM Ouw untuk terus menjaga kerukunan, mempererat tali persaudaraan (pela gandong) dan menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan.

"Mari kita jadikan kedua momentum ini sebagai pengingat dan pengikat untuk mempererat persaudaraan antar umat beragama, meningkatkan komitmen dalam melayani pekerjaan tuhan, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera dan damai, par Maluku pung bae," harap Gubernur. (S-20)

BERITA TERKAIT