SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Minta Warga Kabuw-Kailolo tak Terprovokasi
Online | Kamis, 11 September 2025 pukul 00:28 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, minta seluruh lapisan masyarakat di Negeri Kabauw dan Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah untuk tidak terprovokasi dan menahan diri.

Permintaan ini disampaikan gubernur, sebagai respon atas peristiwa bentrok yang terjadi antara kelompok masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo, yang menyebabkan korban jiwa pada, Selasa (9/9) kemarin.

Menurut gubernur, peristiwa bentrok yang terjadi, bukan hanya melukai warga di Negeri Kabauw dan Kailolo yang terlibat langsung dalam bentrokan itu, tetapi juga melukai hati seluruh rakyat Maluku.

Hal ini karena, seluruh masyarakat Maluku merupakan orang basudara yang telah diikat dalam budaya hidup pela gandong, saling mengasihi dan menyayangi satu dengan yang lain.

“Sebagai gubernur dan juga upu Latu Maluku, saya minta masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo agar menahan diri tidak terprovokasi dengan berbagai isu serta mengutamakan perdamaian,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (10/9).

Masyarakat Kabauw dan Kailolo kata gubernur, harus menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan jalan musyawarah bukan dengan kekerasan.

Disamping itu, penegakkan hukum atas persoalan tersebut harus dikedepankan, maka gubernur meminta seluruh masyarakat Kabauw dan Kailolo untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, sehingga hukum benar-benar menjadi panglima.

Seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh pemangku kepentingan lokal juga, agar berperan aktif untuk menenangkan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai pela gandong dan hidup orang bersaudara sebagai warisan leluhur yang menjaga dari perpecahan.

“Saya minta aparatur keamanan TNI dan Polri untuk mengambil langkah persuasif demi memberikan ketertiban dan rasa aman kepada masyarakat sambil proses hukum tetap berjalan. Ingatlah selalu tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik,” tegas gubernur.

Kekerasan kata gubernur, hanya melahirkan luka dan luka itu akan diwariskan kepada generasi, artinya jangan sampai anak cucu kehilangan masa depan, hanya karena lalai menjaga persaudaraan hari ini.(S-20)

BERITA TERKAIT