MALUKU Integrated Port (MIP) atau Pelabuhan Terpadu Maluku adalah sebuah proyek pelabuhan terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku. Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung berbagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik, dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi.
Tujuan dan rencana pembangunannya untuk mengurangi ketergantungan pada Surabaya, bahkan MIP diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Surabaya dalam distribusi barang ke wilayah timur Indonesia.
Selain itu bisa dijadikan sebagai pusat distribusi strategis, dimana MIP akan menjadi simpul logistik terpadu yang mempercepat arus barang ke seluruh wilayah timur Indonesia termasuk peningkatan efisiensi, artinya dengan sistem transportasi kapal RoRo (Roll-on/Roll-off), MIP diharapkan dapat mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya operasional.
Tentunya dibutuhkan dukungan pemerintah, karena proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029 dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Adapun dampak positif MIP, yakni untuk peningkatan ekonomi dimana MIP diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dengan menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja: percepatan distribusi efisiensi distribusi barang akan mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan ketersediaan barang di pasar; Peningkatan Konektivitas, dimana MIP akan memperkuat konektivitas maritim dan memperlancar arus barang dan jasa antar pulau di Maluku.
Pembangunan MI{ memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku setelah bertahun-tahun ekonomi Maluku belum signifikan tumbuh.
Hal ini karena Maluku Integrated Port nantinya didukung dengan pengembangan sektor perikanan, industri pengolahan hasil laut serta peningkatan konektivitas logistik di kawasan timur Indonesia.
Pelabuhan ini dapat membuka peluang diversifikasi ekonomi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas akses pasar, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kendati demikian, lo¬kasi MIP ini akan mengikuti hasil kajian ilmiah.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menjelaskan, alasan utama Pemerintah Provinsi Maluku ngotot memperjuangkan adanya pe¬labuhan terintegrasi karena selama ini biaya logistik sangat mahal yang berdampak pada har¬ga barang yang tidak terkontrol apalagi pada daerah-daerah terpencil.
Kondisi inilah yang menjadi ala¬san gubernur dan wakil gubernur sebelum pelantikan mengunjungi Bappenas untuk memperjuangkan adanya pelabuhan terintegrasi setelah di dua presiden meng¬alami kendala.
Alasan diusulkan Waisarisa, lanjutnya, Pemprov ingin mengurai pertumbuhan ekonomi ke luar pulau Ambon seperti yang selama ini terjadi dimana Ambon dijadikan sebagai tumpuan ekonomi Maluku.
Menurutnya karena rencana pem¬bangunan MIP ini tidak me¬nggunakan APBD maka Pemprov yang dibantu oleh Bappenas mela¬kukan komunikasi, dan hasilnya Bank Dunia tertarik untuk memba¬ngun proyek raksasa yang diawali dengan pra studi kelayakan.
Hasil pra studi kelayakan tersebut ternyata lokasi yang layak untuk pembangunan MIP berada di Pulau Ambon bukan di Waisarisa seperti yang diusulkan Pemerintah Provinsi Maluku dengan beberapa alasan.
Alasan utama lokasi MIP di Pulau Ambon karena mem¬pertimbangkan efektivitas rantai pasok mengingat infrastruktur pendukung seperti Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandara Pattimura relative, sehingga akan memper¬mudah jika dibangun di Waisarisa.
Rantai pasok yang tidak efektif kata Gubernur berdasarkan hasil studi akan menambah masalah baru bukan mengurangi masalah seperti cita-cita pembangunan MIP, karena Pemprov tidak ingin nasib MIP seperti Bandara Kertajati yang dibangun tetapi tidak berfungsi.
Pihak swasta yang ingin membangun juga tidak mau rugi. Bagi pemerintah mau dimana pun terserah, yang penting MIP jadi di Maluku namun tentunya harus sesuai dengan hasil studi kelaya¬kan.
Secara keseluruhan, MIP memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi maritim di wilayah timur Indonesia dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Maluku.(*)