AMBON, Siwalima.id - Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak seluruh kader partai agar selalu menebarkan kabar sukacita bagi sesama.
Ajakan Lewerissa yang akrab disapa HL ini disampaikan saat perayaan Natal DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku dan relawan yang berlangsung di Baileo Oikumene, Jumat (19/12) malam.
Kisah kelahiran Yesus Kristus, sebagaimana yang dikisahkan Alkitab, menunjukkan kesederhanaan Yesus, apalagi ditambah dengan kehadiran para gembala dan orang majus yang dipilih Allah sebagai pembawa kabar sukacita dan damai sejahtera.
Partai Gerindra, baik sebagai internal kader maupun relawan tidak akan berperan sebagai malaikat yang membawa kabar sukacita dari Allah seperti pada saat kelahiran Yesus, tetapi dalam batas tanggung jawab, kekuasaan serta kewenangan masing-masing, harus dapat membawa kabar sukacita kepada sesama.
HL yang juga Gubernur Maluku ini mengaku, teringat dengan peristiwa bencana hidroklimatologi yang menimpa Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat, dimana berdasarkan data, banyak kader Gerindra yang jadi korban dan sebagai bagian dari keluarga besar Partai Gerindra di Indonesia, harus miliki rasa solidaritas yang sama.
Dalam konteks Maluku, Pemprov telah mengambil keputusan mengirimkan bantuan kepada tiga provinsi tersebut dari kekurangan pemerintah karena kondisi keuangan daerah yang terguncang, artinya dari kekurangan harus ada rasa solidaritas kepada sesama.
“Saya ingin pesankan jangan tunggu ada uang banyak atau kaya, jangan tunggu ada jabatan dan kekuasaan atau berkuasa dulu baru menjadi berkat bagi orang, tapi dari kesederhanaan dan kekurangan kita harus membantu sesama sebagai bagian dari tindakan menghadirkan kabar sukacita dan damai sejahtera,” tutur HL.
Tak hanya itu, HL mengaku, setiap kali perayaan Natal, kata damai sering dikumandangkan, namun pertanyaan yang timbul melihat dengan kondisi dunia dan nasional, dimana terjadi konflik seakan-akan damai yang dijanjikan Yesus Putera Natal itu, tidak ada.
Namun kedamaian yang dijanjikan Yesus bukan berarti tidak ada konflik ditengah dunia, tetapi harus dimaknai sebagai kerelaan untuk berdamai dengan diri sendiri, sebab berdamai dengan diri sendiri merupakan hal yang paling berat dilakukan manusia.
“Jika manusia tidak berdamai dengan dengan diri sendiri, maka akan sulit untuk memastikan adanya kedamaian karena konflik, benturan, pertikaian dan percecokan itu berasal dari diri sendiri,” ucap HL.
Perayaan Natal keluarga besar Partai Gerindra Maluku dan relawan ini kata HL, harus dijadikan momentum untuk melakukan perenungan iman atas perjalanan selama satu tahun yang telah ditempuh hingga dipenghujung tahun 2025 ini.
"Selama satu tahun belakangan ini ada banyak hal yang kita lakukan, ada yang baik, banyak yang kurang, banyak yang buruk, maka momentum Natal harus menjadi waktu untuk melakukan perenungan ulang dan semoga kita diberi kekuatan iman dan pencerahan rohani yang kuat, agar di tahun 2026 kita akan melangkah dengan semangat yang baru bagi keluarga,” tandas HL.
Pada momentum Natal ini, HL juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Partai Gerindra di 11 kabupaten/kota dan relawan yang telah berjuang mengantarkan dirinya dan Abdullah Vanath sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku
Ada begitu banyak harapan dan kerinduan kader maupun relawan, yang belum dicapai karena tantangan yang begitu berat di tahun pertama masa pemerintahan dirinya dan Abdulah Vanath.
“Kami belum bisa wujudkan harapan dan keinginan begitu banyak orang yang memilih kami menjadi gubernur dan wakil gubernur, tapi percayalah saya fokus bekerja dari keterbatasan. Saya fokus menempatkan kepentingan Maluku diatas segala kepentingan. Karena itu mohon dukungan dari semua pihak dan mari sorong bahu bersama par Maluku pung Bae," cetus HL.(S-20)