AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon menargetkan Mall Pelayanan Publik mulai beroperasi pada awal bulan Juli 2026.
Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan, mulai dari penyediaan sarana prasarana, penataan sistem pelayanan, hingga penyusunan tata kelola operasional.
Hal tersebut disampaikan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Ambon, Feberien Maail, kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Selasa (21/4)
Menurut Maail, gedung MPP yang berlokasi di lantai 4 Ambon Plaza telah resmi diserahterimakan oleh pihak pengelola kepada Pemerintah Kota Ambon pada awal April 2026, setelah libur Paskah dan Idul Fitri.
“Bangunan fisik sudah diserahkan 100 persen kepada pemkot. Secara pengelolaan, gedung tersebut kini menjadi tanggung jawab kita,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan yang diserahkan masih berupa struktur fisik tanpa fasilitas pendukung. Karena itu, Pemkot Ambon melalui Dinas PMPTSP kini tengah melakukan pengadaan barang dan jasa melalui sistem LPSE sesuai ketentuan yang berlaku.
“Proses pengadaan sarana dan prasarana sudah berjalan sesuai kebutuhan. Selain fasilitas fisik, kami juga menyiapkan sistem pelayanan dan kebutuhan nonfisik lainnya,” jelasnya.
Selain itu kata dia, pemerintah juga sementara memfinalisasi nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah instansi mitra yang akan membuka layanan di MPP tersebut. Penandatanganannya dijadwalkan berlangsung akhir April atau awal Mei nanti.
Penyusunan Standar Operasional Prosedur layanan juga hampir rampung, termasuk tata laksana operasional gedung, mulai dari jam buka, sistem pelayanan, pengelolaan ruangan, keamanan, hingga kebersihan.
“MPP ini harus dikelola secara profesional. Karena itu semua harus diatur dengan baik, termasuk kebutuhan tenaga IT, cleaning service, security, dan mekanisme kerja harian,” cetusnya.
Ia mengaku, MPP tidak boleh dikelola dengan pola lama yang kurang disiplin. Seluruh pegawai harus hadir sesuai jadwal dan siap melayani masyarakat secara maksimal.
“Kalau ada pegawai berhalangan hadir, harus ada skenario cadangan. Semua layanan harus tetap berjalan normal. Itu sebabnya kami minta setiap unit menyiapkan analisis risiko,” tuturnya.
Setelah seluruh fasilitas terpasang Mail mengaku, Pemkot Ambon akan melakukan simulasi operasional, mulai dari pembukaan layanan pukul 08.00 WIT hingga penutupan pukul 16.30 WIT. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan sistem dan sumber daya manusia.
“Kami berharap bulan Juli sudah bisa simulasi. Dari situ akan terlihat apa yang masih kurang dan apa yang harus dibenahi sebelum resmi dibuka,” papar Maail.
Ia berharap, kehadiran Mall Pelayanan Publik dapat menjadi pusat layanan terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi dan perizinan di satu lokasi.(Mg-1)