SIWALIMA.id > Berita
Kapolda Hadiri Ritual Sakral Ma’atenu di Negeri Pelauw
Online | Jumat, 7 November 2025 pukul 16:45 WIT

AMBON, Siwalima.id - Negeri Pelauw di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi pusat perhatian saat digelarnya pergelaran akbar Budaya Tenun Matasiri 2025. 

Acara yang yang berlangsung Kamis (6/11), sarat makna budaya dan spiritual itu, turut dihadiri Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku.

Pergelaran tersebut, bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ritual sakral tiga tahunan yang dikenal dengan Ma’atenu Pakapita warisan leluhur masyarakat Negeri Pelauw, yang menandai proses spiritual dalam tradisi tenun Matasiri.

Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat 7/11) mengaku, upacara ini menjadi simbol ketekunan, kesabaran, dan identitas perempuan Maluku yang diwariskan lintas generasi.

Dengan mengusung tema Tumbuh Bersama Majukan Budaya, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kearifan lokal serta membangun kesadaran kolektif, untuk melestarikan budaya sebagai kekuatan bangsa.

“Kehadiran Polri dalam kegiatan kebudayaan merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan penguatan keamanan berbasis nilai-nilai lokal. Budaya, adalah pondasi peradaban. Dengan menghargai tradisi, kita memperkuat harmoni dan menegakkan ketertiban ditengah masyarakat,” tulis Kapolda dalam rilisnya.

Pada pergelaran yang berlangsung meriah, namun tetap khidmat itu, turut hadir Pangdam XV Pattimura beserta jajaran, Wakil Gubernur Maluku, anggota DPD Basri Latuconsina, perwakilan Kajati Maluku, pejabat TNI-Polri, tokoh adat, serta pimpinan daerah se-Maluku. 

Hadir pula Kapolresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Bupati Maluku Tengah, Bupati Buru, Wakil Bupati Seram Bagian Timur dan Wakil Wali Kota Ambon.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat adat memperlihatkan soliditas lintas sektor dalam menjaga kelestarian budaya yang menjadi dasar harmoni sosial di Maluku.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut merawat warisan kultural. Tradisi seperti Ma’atenu Pakapita adalah aset bangsa yang harus dijaga, karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kedamaian,” jelas Kapolda.

Pergelaran Budaya Tenun Matasiri 2025 menjadi titik temu antara budaya dan keamanan, menegaskan bahwa pembangunan bangsa, tak hanya bertumpu pada ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas dan nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat.

Ritual Ma’atenu Pakapita di Negeri Pelauw mencerminkan ketahanan sosial masyarakat Maluku yang berakar kuat pada tradisi. Kehadiran Kapolda dalam kegiatan ini juga menunjukkan paradigma baru Polri dari sekadar penegak hukum, menjadi institusi yang turut menjaga jati diri bangsa melalui pendekatan kultural.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, melainkan bagian dari ketahanan nasional yang bersumber dari nilai-nilai lokal. Ditengah arus modernisasi, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adat seperti di Pelauw menjadi contoh, bahwa keamanan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan,” pungkas Kapolda.(S-25)

BERITA TERKAIT