SIWALIMA.id > Berita
Kapolda: Polairud Berperan Penting Jaga Keamanan Wilayah Kepulauan
Online | Selasa, 2 Desember 2025 pukul 13:57 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, memimpin doa bersama dalam syukuran peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Polisi Air dan Udara (Polairud), di Ditpolairud Polda Maluku, Senin (1/12).

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan Polairud memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan Maluku yang 93 persen wilayahnya merupakan perairan. 

“Wilayah Maluku ini 93 persen lautan dan hanya 7 persen daratan. Karena itu, Polairud memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan bahwa kehadiran Polair tidak terlepas dari perjalanan bangsa pasca Proklamasi 17 Agustus 1945.
Setelah Indonesia menghadapi upaya Belanda yang kembali datang bersama NICA, kebutuhan membangun sistem keamanan laut yang sesuai karakter negara kepulauan semakin mendesak.

“Setelah situasi berangsur terkendali pada 1949, lahirlah kebutuhan untuk membangun sistem keamanan negara kepulauan. Dari sinilah Polair dibentuk,” katanya.

Ia menambahkan,  bahwa sejak awal Polair hadir sebagai unsur polisi berseragam yang memiliki mandat khusus menjaga perairan, termasuk kewenangan penyidikan di laut. Polair dan kepolisian udara kemudian berkembang hingga berada di bawah Korpolairud Baharkam Polri seperti saat ini.

Kapolda menyebut, aktivitas masyarakat Maluku sangat bergantung pada laut, mulai dari perikanan, pelayaran antar-pulau, perdagangan, hingga pariwisata di Banda Naira dan Pantai Ora. Ribuan kapal melintas setiap hari di perairan Maluku, yang menjadikan pengawasan Polairud semakin penting.

“Kekayaan laut Maluku menjadi magnet bagi kapal-kapal dari berbagai wilayah. Ini membuat pengawasan Polairud krusial agar aktivitas berjalan aman, tertib, dan bebas dari tindak pidana,” tutur Kapolda.

Beberapa kasus penting pernah ditangani Ditpolairud, termasuk temuan dugaan tindak pidana perdagangan orang di kapal asing dan penanganan kecelakaan laut.

Kapolda menggarisbawahi tiga fokus yang harus dipegang jajaran Polairud, yaitu Keselamatan transportasi laut. Dimana Ditpolairud harus memperkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi. Selain itu, Respons cepat orang hilang dan kecelakaan laut. 

Terkait hal ini, konsep golden time harus diterapkan melalui percepatan laporan dan respons, serta koordinasi erat dengan Basarnas dan mitra lainnya. Dan Pencegahan potensi konflik antar wilayah.  Dimana Kapolda mengingatkan bahwa perairan juga rentan konflik antarkelompok. Polairud harus siap menjadi kekuatan pendukung ketika eskalasi meningkat.

Meski Ditpolairud hanya memiliki 18 kapal yang harus mengawasi perairan Maluku yang luas, tapi Kapolda meminta jajaran tidak berkecil hati.

“Medan laut Maluku tidak mudah, tetapi kita tidak boleh kalah oleh keterbatasan. Kita harus memperkuat kerja sama dengan TNI AL, Bakamla, Basarnas, KKP, dan institusi maritim lainnya,” katanya.

Kapolda juga mengusulkan pembentukan Komunitas Keamanan Perairan yang melibatkan masyarakat pelaut dan ekosistem pelabuhan untuk mempercepat penyampaian informasi dan deteksi dini potensi kerawanan.

Menutup sambutan, Kapolda menegaskan bahwa inti tugas polisi adalah memberikan pelayanan yang humanis. 

“Polisi tugasnya menolong, membantu, dan melindungi masyarakat. Jika ada yang melanggar hukum, barulah kita tindak,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat HUT ke-75 Polairud dan berharap semangat pengabdian jajaran Polairud terus terjaga. 

Syukuran HUT ke-75 Polairudm berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Ditpolairud, para Kasat Polairud Polres, kru Pesawat Beechcraft 1900D Ditpoludara, tokoh agama, serta tamu undangan. (S-25)

BERITA TERKAIT