Kelurahan Rijali kembali menghidupkan tradisi seni melalui pembentukan Sanggar Hatasoma.
Sanggar ini kepengurusannya baru dilantik oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta pada bulan Maret lalu di Pattimura Park.
Kehadiran sanggar ini bukan hanya menjawab instruksi Pemerintah Kota Ambon, agar setiap desa, negeri dan kelurahan memiliki wadah seni, namun juga merupakan dorongan internal untuk membangkitkan kembali kreativitas masyarakat di Kelurahan Rijali.
Lurah Rijali, Marlina Haupea mengaku, pembentukan sanggar ini memang berangkat dari kebutuhan wilayah dimana awalnya memang dari keluarhan sendiri.
“Rijali dulu punya sanggar namanya Sanggar Siwalima, tetapi sudah tidak berjalan. Jadi sekarang kami hidupkan kembali dengan nama baru yang lebih merepresentasikan wilayah dan menggabungkan potensi seni dari seluruh daerah di Kelurahan Rijali,” ucap Marlina kepada wartawan di ruang kerjannya, Senin (8/12).
Marlina mengaku, pembentukan sanggar ini lahir, karena melihat banyaknya talenta seni yang belum tersalurkan dengan baik. “Warga Rijali punya kemampuan dan kreativitas yang luar biasa, tinggal wadahnya saja yang belum tersedia. Melalui Sanggar Hatasoma, kami ingin semua bakat ini bisa dibina dan ditampilkan disini,” tandas Marlina.
Ia mengaku, Sanggar Hatasoma saat ini dikelola oleh 15 pengurus dengan berbagai bidang seni, mulai dari musik, melukis, paduan suara hingga band. Setiap pengurus memiliki tugas masing-masing agar program sanggar dapat berjalan lebih terarah.
Setelah pelantikan pengurus, Sanggar Hatasoma menggelar eksibisi pada 27 September se-bagai bentuk perkenalan kepada masyarakat dan responnya sangat positif. “Warga sangat antusias. Setelah eksibisi, banyak yang langsung menyatakan ingin bergabung lewat RT dan RW,” ungkap Marlina.
Untuk menampung minat itu kata Marlina, pengurus membuka pendaftaran melalui formulir fisik dan link digital. Khusus di Kelurahan Rijali Inventarisasi masih berlangsung hingga minggu kedua bulan Desember, dan setiap pendaftar akan memilih bidang seni sesuai minat dan rentang usia.
“Kami tidak melakukan seleksi ketat. Intinya siapa saja yang ingin berkarya, kami terima dan dampingi sesuai bidangnya,” tambahnya.
Siapkan Event Seni 2026
Meski terbilang masih baru, menurut Marlina, Sanggar Hatasoma telah menyusun program besar untuk tahun depan, bahkan dipastikan sanggar ini akan menggelar event seni pada tahun 2026, meski bulan pelaksanaannya belum ditetapkan.
Di sisi lain, fasilitas sanggar masih sangat terbatas. Sekretariat sementara masih menumpang di rumah ketua sanggar karena belum memiliki gedung khusus. Namun kebutuhan sarana sudah diakomodasi dalam anggaran 2026, termasuk pengadaan alat musik dan perlengkapan seni lainnya.
“Karena sanggar ini masih baru, sarana-sarananya belum ada. Tahun depan sudah kami anggarkan namun secara bertahap.” Jelas Marlina.
Menurutnya, keberadaan Sanggar Hatasoma, menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas seni di Kelurahan Rijali. “Hatasoma bukan sekadar sanggar. Ini ruang kreativitas, tempat masyarakat membangun kebersamaan lewat seni dan budaya,” tutup Marlina.(S-26)