SIWALIMA.id > Berita
Kemenkes Permudah Layanan Kesehatan di Maluku
Daerah | Rabu, 13 Mei 2026 pukul 14:43 WIT

AMBON, Siwalima.id - Program telemedicine atau pelayanan kesehatan jarak jauh yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan diyakini membantu masyarakat di Maluku.

Dengan letak geografis Maluku yang terdiri dari 1.422 pulau dan 92,4 persen berupa lautan tentu aksesibilitas menjadi kendala utama dalam memeratakan kualitas pelayanan kesehatan.

Hal ini menyebabkan masyarakat di wilayah 3T seringkali harus menempuh jarak jauh dan biaya yang sangat besar hanya untuk mendapatkan konsultasi dokter spesialis.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dalam pelaksanaan telemedicine khususnya di daerah 3T sehingga tenaga kesehatan yang berada di daerah tersebut dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis,” jelas Sekda Maluku, Sadli Ie kepada wartawan di Kantor Gubernur, Selasa (12/5).

Menurutnya pelayanan kesehatan jarak jauh akan menjadi solusi nyata dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah 3T.

Pemprov juga katanya menyambut baik advokasi dan diskusi layanan telemedicine yang difasilitasi Kemenkes sebagai wadah strategis memperkuat ekosistem kesehatan digital di Maluku.

Pelayanan telemedicine adalah pelayanan dengan menggunakan transmisi dari informasi medis seperti teks, citra, biosignal, video, suara serta keahlian medis dan perawatan dari satu lokasi ke lokasi lainnya melalui hubungan telekomunikasi

Pemanfaatan pelayanan telemedicine lanjut Sekda memiliki manfaat yang luar biasa dalam hal efisiensi biaya dan waktu.

“Persoalan aksesibilitas demikian yang membuat implementasi telemedicine bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi provinsi yang bercirikan kepulauan terutama daerah 3T,” tegasnya.

Pelayanan telemedicine katanya harus menjadi solusi nyata dalam upaya memberikan pelayanan prima bagi masyarakat di Maluku sekaligus untuk menjawab Sapta Cipta Gubernur Maluku.

“Kami berharap para dokter dan nakes dapat memanfaatkan ino­-vasi ini dengan baik dan dapat diimplementasikan kepada masyarakat khususnya di wilayah 3T sebab masyarakat tidak perlu dirujuk lagi tapi cukup dengan ber-konsultasi dengan dosen spesia-lis terkait kasus pasien,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Pramutia Haryati Harirama mengaku Kemenkes terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah 3T dilakukan secara baik.

“Telemedicine ini salah satu transformasi sistem kesehatan khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku karena lebih mengandalkan teknologi informasi tanpa pasien harus dirujuk ke rumah sakit di pusat provinsi,” jelasnya.

Diakuinya implementasi telemedicine akan sangat tergantung dari ketersediaan jaringan IT. Diharapkan Pemprov dapat melihat keterangan telekomunikasi dengan baik guna mendukung pelayanan jarak jauh tersebut.(S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps