AMBON, Siwalimanews – Banyak lahan resapan air diubah menjadi lokasi pemukiman masyarakat secara tidak sengaja menghilangkan sumber mata air yang menghidupi ribuan penduduk di Kota Ambon.
Krisis ini ditambah lagi dengan kerusakan lingkungan yang membuat debit air menurun drastis dari waktu ke waktu. Guna mengatasi itu perintah kota ambon diminta untuk memiliki lahan resapan air sendiri.
âKami usul ke Pemkot agar membeli lahan lahan guna mengakomodir kebutuhan air bersih kita ke depan, karena di banyak daerah tangkapan air berubah menjadi permukiman yang memperburuk kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan,â kata â anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Taha Abubakar, kepada wartawan di Ambon Rabu (3/9).
Hal ini lanjutnya sejalan dengan salah satu program prioritas Walikota yakni peningkatan akses air bersih secara merata pada 2030.
Untuk itu kawasan sumber air, seperti daerah hulu sungai dan mata air, harus dilindungi dengan ketat melalui peraturan zonasi, pengawasan tata ruang serta edukasi kepada masyarakat.
âJika kawasan sumber air tidak terjaga dengan baik, maka target Walikota Ambon yang ingin memastikan seluruh warga tidak kesulitan air bersih pada 2030 akan sangat sulit terwujud, â tandasnya.
Politisi PPP ini mengatakan keberlanjutan sumber daya air menjadi tantangan besar di masa depan, untuk itu pentingnya langkah tegas pemerintah dalam melindungi sumber daya air di Ambon. âKalau daerah tangkapan air rusak, maka ancaman krisis air di Ambon akan semakin nyata,â ujarnya.
Memiliki Akses Air Bersih
Sebelumnya diberitakan, Dusun Waimahu dan Dusun Taholah, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon memiliki akses air bersih pasca diresmikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Peresmian ini menjadi bagian dari program prioritas Pemkot dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor air bersih.
âHari ini kita berada di Waimahu dan Taholah, setelah sebelumnya membuka akses di Halong. SelanjutÂnya, kita akan masuk ke Lata,â ujar Walikota dalam sambutan.
Dijelaskan air bersih merupaÂkan kebutuhan mendasar yang berÂ-dampak langsung pada peniÂngÂ-katan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya kenapa program air bersih menjadi sebagai prioritas karena berkaitan erat dengan penurunan angka stunting, perbaikan derajat kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan.
âKalau masyarakat sudah terakses air bersih, maka kita akan lebih mudah menangani persoalan stunting, kesehatan, hingga kemiskinan,â terangnya.
Ia juga mengaku warga di kawasan Passo Transit telah menanti puluhan tahun untuk bisa menikmati layanan air bersih.
âAda yang sudah menanti 26 tahun, 19 tahun, bahkan 9 tahun. Hari ini, penantian itu terjawab. Tidak sulit membuat masyarakat bahagia. Air bersih saja sudah cukup untuk membahagiakan mereka,â ujarnya.
Program ini lanjutnya akan terus diperluas di wilayah lain yang belum terjangkau.
Pemerintah akan bekerja sama dengan Perumda Tirta Yapono serta dinas-dinas teknis untuk membuka lebih banyak akses air bersih ke wilayah yang membutuhkan. âKami akan terus bergerak, satu persatu titik akan kami buka. Ini bukan soal proyek, ini soal keadilan bagi warga,â tegasnya. (S-10)