SIWALIMA.id > Berita
Lapas Namlea Gelar Skrining Kesehatan bagi Kelompok Rentan
Online | Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 02:24 WIT

NAMLEA, Siwalimanews – Musim pancaroba merupakan masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau yang biasanya ditandai dengan cuaca yang tidak menentu.

Ketidakstabilan kondisi tersebut, membuat penyakit dan virus tumbuh berkembang terlebih di lingkungan tertutup dan padat seperti di Lembaga Pemasyarakatan.

Hal itulah, yang dicegah pihak Lapas Kelas III Namlea, dengan melakukan deteksi dini melalui skrining kesehatan terhadap warga binaan yang tergolong dalam kelompok rentan.

Kepala Lapas Namlea Muhammad M Marasabessy menjelaskan, pihaknya berkewajiban dan bertanggung jawab memelihara kesehatan dan kondisi warga binaan, selama menjalani masa pidana, terlebih, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat pihaknya gencar melakukan skrining kesehatan.

“Musim pancaroba biasanya terjadi di akhir tahun, tepatnya dari Oktober hingg akhir tahun nanti. Cuaca panas dan hujan yang datang silih berganti akan meningkatkan resiko terkena penyakit,” ucap Marasabessy kepada Siwalimanews, di sela-sela skring kesehatan warga binaan, Jumat (10/10).

Ia mengaku, dalam kegiatan ini, Lapas Namlea melibatkan tenaga kesehatan dan dokter klinik untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.

Inilah tujuan dari pendirian klinik agar warga binaan yang kesehatannya terganggu bisa langsung tertangani dengan cepat oleh petugas.

“Pada kesempatan ini, kami hadirkan dokter umum dari RSUD Namlea dan nakes dari Puskesmas Sawa yang sebelumnya terikat kontrak sebagai penanggung jawab klinik Lapas Namlea,” tandas Marasabessy.

Ditempat yang sama Dokter Klinik Lapas Namlea Ninik Marini Prawira menambahkan, yang dimaksud kelompok rentan dalam kegiatan ini adalah, warga binaan yang dikategorikan telah memasuki lanjut usia (lansia) diatas 60 tahun.

Beberapa warga binaan lansia memerlukan perhatian khusus, sehingga skirining kesehatan perlu dilakukan kepada mereka.

“Pada kegiatan ini, kami lakukan skrining kognitif, tekanan darah dan riwayat-riwayat penyakit dari ringan hingga kronis yang diderita. Ada juga warga binaan sudah mengalami penurunan fungsi karena mengalami stenosis tulang belakang, sehingga kesulitan dalam berjalan,” jelasnya.

Selain itu kata Prawira, untuk penambah daya tahan selama musim pancaroba, maka pihaknya juga memberikan obat dan suplemen untuk dikonsumsi oleh mereka secara rutin.(S-17)

BERITA TERKAIT