SIWALIMA.id > Berita
Longsor di BTN Gadihu, DPRD Sebut Ada Dugaan Kelalaian
Online | Senin, 11 Mei 2026 pukul 16:39 WIT

AMBON, Siwalima.id - Bencana tanah longsor yang menerjang kawasan BTN Gadihu Indah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (8/5), menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Ambon. 

Peristiwa yang menyebabkan satu unit rumah warga ambruk dan sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan cukup parah itu, DPRD menilai ada dugaan kelalaian dari pihak pengembang.

Pasalnya, bencana itu tidak semata-mata dipicu cuaca ekstrem yang melanda kota ini, namun kesiapan dan kualitas perencanaan pembangunan perumahan oleh pihak developer, juga harus menjadi perhatian serius.

"Informasi yang kami terima, proses persiapan pembangunan oleh pengembang diduga belum dilakukan secara matang. Karena itu, Komisi I DPRD akan panggil pihak developer untuk minta penjelasan terkait kondisi tersebut,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M Aris Soulisa kepada wartawan di Ambon, Senin (11/5).

Ia menilai, aspek mitigasi bencana dan kelayakan lahan, seharusnya menjadi prioritas utama sebelum pembangunan kawasan permukiman dilakukan, terutama di wilayah yang rawan longsor.

Selain memanggil pihak developer, Komisi I juga akan mengundang pihak BPBD Kota Ambon untuk duduk bersama dengan sejumlah mitra kerja, terkait membahas langkah penanganan terhadap korban terdampak longsor.

"BPBD memang sudah turun langsung ke lokasi pasca bencana. Namun kami ingin minta laporan resmi, sekaligus membahas penanganan bencana longsor yang terjadi di beberapa titik tersebut,” ujarnya.

DPRD berharap, evaluasi menyeluruh dapat dilakukan, agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan warga di kawasan perumahan.

Sebelumnya, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, meninjau lokasi longsor di kawasan BTN Gadihu, Kecamatan Sirimau, Sabtu (9/5).

Walikota di sela-sela peninjauan itu menyebut, terdapat satu rumah yang telah longsor ke bawah, sementara beberapa rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah.

"Kita semua tentu menginginkan memiliki tempat tinggal yang aman. Yang terjadi hari ini menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan diduga tidak mempertimbangkan aspek teknis secara memadai," ucap walikota.

Walikota menghimbau masyarakat, agar membangun rumah di lokasi yang aman dan tidak menjadikan lereng bukit sebagai kawasan permukiman.(S-30)

BERITA TERKAIT