SIWALIMA.id > Berita
Mantan Gubernur, Said Assagaff Meninggal Dunia
Online | Minggu, 30 November 2025 pukul 21:43 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kabar duka menyelimuti Maluku, dimana Mantan Gubernur Maluku, Ir Said Assagaff, dikabarkan tutup usia di Jakarta, hari ini, Minggu (30/11). 

Informasi meninggalnya Tokoh Politik Partai Golkar Maluku itu, beredar luas setelah disampaikan melalui media sosial, termasuk unggahan Wakil Gubernur, Abdullah Vanath. 

Said Assagaf tutup usia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat sekitar pukul 17.35 WIB, akibat sakit yang dideritanya. 

Said Assagaff dikenal sebagai salah satu figur penting yang berperan besar dalam perjalanan pembangunan Maluku, baik melalui jalur birokrasi pemerintahan maupun politik.

Jejak Karir & Pengabdian

Said Assagaff lahir di Ambon pada 29 November 1953. Karier birokrasi dan politiknya terentang panjang, dengan rekam jejak yang kuat di berbagai posisi strategis:

1. Gubernur Maluku (2014–2019)

Sebagai Gubernur Maluku, Assagaff memimpin sejumlah program prioritas, antara lain: penguatan konektivitas pulau-pulau, percepatan layanan dasar, serta peningkatan iklim investasi berbasis sektor unggulan seperti perikanan dan pariwisata.

Kepemimpinannya dikenal tenang namun tegas, dengan fokus pada stabilitas daerah dan pembangunan jangka panjang.

2. Wakil Gubernur Maluku (2008–2013)

Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia lebih dulu mendampingi Gubernur Karel Ralahalu sebagai Wakil Gubernur. Pada periode ini, ia terlibat dalam penyusunan sejumlah kebijakan strategis pembangunan wilayah kepulauan.

3. Birokrat Senior Pemprov Maluku

Sebelum masuk ke jabatan politik, Assagaf merupakan birokrat yang meniti karier dari bawah hingga menduduki posisi penting seperti, Sekretaris Daerah Maluku, Kepala Bappeda Maluku, serta berbagai jabatan penting lainnya.

4. Ketua DPD Golkar Maluku

Selain karier pemerintahan, Said Assagaff juga aktif dalam politik. Pada 2016, ia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku. Di kepemimpinannya, Golkar Maluku memperluas basis dukungan serta mengkonsolidasikan kekuatan politik di tingkat kabupaten/kota.

5. Ketua Tim Pemenangan Lawamena 

Said Assagaff sebagai tokoh politik yang mumpuni dipercayakan oleh psangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath (Lawamena) dan berhasil membawa pasangan ini terpilih sebagai Gubenrur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2024-2029.

6. Ketua Tim Transisi 

Setelah menghentarkan pasangan Lawamena memenangkan Pilkada Gubenrur dan Wakil Gubenrur, Assagaff ditunjuk sebagai Ketua Transisi pergantian pemerintahan lama ke pemerintahan baru. 

Tim ini ditugaskan bahas program yang merupakan bagian dari janji kampanye maupun visi-misi pemerintahan baru yang harus diseleraskan dengan RPJMD, sehingga permudah kerja psangan Lawamena ketika dilantik sebagai Gubenur dan Wakil Gubernur Maluku, termasuk juga disesuaikan dengan program pemerintah pusat.

7. Tim Ahli Gubernur

Setelah sukses sebagai Ketua Tim Transisi, Gubenrur Maluku Hendrik Lewerissa kembali mempercayakan Said Assagaff sebagai Koordinator Tim Ahli Gubernur, yang dibantu olerh Izaac I Saimima dan Zainal Abidin Rahawarin yang membidangi pembangunan dan pemerintahan.

Selanjutnya mantan rektor Unpatti MJ Saptenno dan Jantje Wenno ditunjuk membidangi infrastruktur serta M Saleh Thio dan Johana Irma Betaubun yang membidangi SDM dan kesejahteraan rakyat.

Tokoh yang Dikenang Luas

Semasa hidupnya, Said Assagaf dikenal sebagai sosok yang santun, religius, serta mudah diterima oleh berbagai kalangan. Banyak pihak menilai beliau sebagai tokoh penyejuk dan pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan stabilitas daerah.

Ungkapan duka terus mengalir dari sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan rekan politiknya. Mereka menyebut wafatnya Said Assagaf sebagai kehilangan besar bagi Maluku.

Warisan & Pengaruh

Warisan paling dikenang dari kepemimpinan Assagaf meliputi dorongan terhadap percepatan pembangunan wilayah tertinggal, penguatan program pendidikan, promosi Maluku sebagai destinasi wisata musik dan budaya,serta pembangunan hubungan harmonis antar komunitas pasca konflik sosial diera sebelumnya. (S-26)

BERITA TERKAIT